Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

Dapatkah Bimbingan dan KOnseling Diartikan Menjadi Satu Hal yang Sama ?

Pada dasarnya bimbingan dan konseling memang sering disamakan dan sejalan. Namun sesungguhnya bimbingan dan konseling memiliki arti dan peran yang berbeda.

Bimbingan dapat diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh orang lain dalam membuat keputusan yang bijaksana dalam penyesuaian diri, serta dalam memecahkan masalah dikehidupan sehari-hari yang bertujuan agar penerima bantuan dapat berkembang mandiri dalam mengembangkan potensi untuk mampu memecahkan masalah serta dapat menyesuaikan diri sejauh batas kemampuannya. Bimbingan tidak hanya dilakukan secara individual saja namun juga bisa secara berkelompok.

Agak berbeda dengan pengertian bimbingan, konseling dapat diartikan sebagai proses bantuan untuk memecahkan masalah pribadi. Dan konselor memiliki peran untuk membantu memecahkan sebuah permasalahan. Biasanya binbingan dan konseling memang sering dijadikan suatu biro yang satu di sekolah yang dapat diartikan sebagai pelayanan khusus yang terorganisasi sebagai bagian integral dari suatu lingkungan sekolah, yang tugasnya adalah meningkatkan perkembangan siswa dan membantu mereka ke arah penyesusaian dan pencapaian prestasi sesuai potensi.

Daftar Pustaka :
Sukadji, Soetarlinah. 2000. Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (L.P.S.P3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Seberapa Besar Peranan Motivasi dalam Pendidikan pada Orang Dewasa ?

Memang sangat jelas terlihat perbedaan pendidikan orang dewasa dengan anak di usia dini . Di usia dewasa, manusia sudah jauh lebih mandiri sehingga konselor tidak perlu bertindak terlalu banyak dalam membantu proses belajar itu sendiri. Dan motif dari diri sendiri untuk terus berkembang merupakan suatu hal penting yang harus dimiliki seorang individu agar bisa menjadi motivasi dan pendorong selama tahap-tahap proses belajar.

Motivasi ini perlu agar :

1. Ada dorongan untuk mencari dan menemukan informasi mengenai hal yang dipelajari
2. Menyerap dan mengolah informasi tersebut
3. Mengolah sedemikian rupa sehingga informasi itu menjadi suatu hasil positif
4. Dan hasil itu dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari

Peran motivasi menjadi sangat besar karena pada pendidikan untuk orang dewasa, individu dituntut untuk bisa melakukan hal yang tidak didominani dengan bantuan orang lain. Justru kebalikannya, individu lebih dituntut untuk belajar secara mandiri dan autodidak. Sehingga dengan adanya motivasi dari dalam diri, maka keberhasilan individu akan semakin mudah diraih karena adanya pendorong untuk mencapai perkembangan positif sebagai penggerak.

Memang sangat jelas terlihat perbedaan pendidikan orang dewasa dengan anak di usia dini . Di usia dewasa, manusia sudah jauh lebih mandiri sehingga konselor tidak perlu bertindak terlalu banyak dalam membantu proses belajar itu sendiri. Dan motif dari diri sendiri untuk terus berkembang merupakan suatu hal penting yang harus dimiliki seorang individu agar bisa menjadi motivasi dan pendorong selama tahap-tahap proses belajar.

Motivasi ini perlu agar :

1. Ada dorongan untuk mencari dan menemukan informasi mengenai hal yang dipelajari
2. Menyerap dan mengolah informasi tersebut
3. Mengolah sedemikian rupa sehingga informasi itu menjadi suatu hasil positif
4. Dan hasil itu dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari

Peran motivasi menjadi sangat besar karena pada pendidikan untuk orang dewasa, individu dituntut untuk bisa melakukan hal yang tidak didominani dengan bantuan orang lain. Justru kebalikannya, individu lebih dituntut untuk belajar secara mandiri dan autodidak. Sehingga dengan adanya motivasi dari dalam diri, maka keberhasilan individu akan semakin mudah diraih karena adanya pendorong untuk mencapai perkembangan positif sebagai penggerak.

Daftar Pustaka :
Sukadji, Soetarlinah. 2000. Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (L.P.S.P3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 03 Mei 2011

Kesan Permainan BECAK-BECAK Sebelum Perkuliahan



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, 25 April 2011

Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah

Psikologi Pendidikan

a.      Pengertian

Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :

·         Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
·         Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
·         Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
·         Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
·         Penyenggaraan pendidikan keguruan

Santrock
Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang mengkhususkan diri pada pemahaman tentang proses belajar dan mengajar dalam lingkungan pendidikan.

Barlow (Syah, 1997 / hal. 12)
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.

Tardif (Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

Witherington (Buchori dalam Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

Ensiklopedia amerika
Psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan penemuan-penemuan dan menerapkan prisip-prinsip dan cara untuk meningkatkan keefesien dalam pendidikan.

b.      Psikolog pendidikan


·         Psikolog pendidikan biasa bekerja di lingkungan sekolah, perguruan tinggi dan di lingkungan pendidikan anak, terutama bekerja dengan guru dan orang tua.
·         Psikolog pendidikan juga harus mengerti tentang perkembangan area manajemen kelas dan desain instruksional, pengukuran dan penggunaan gaya dan strategi belajar, penelitian, dan perluasan dari pengembangan dan aplikasi teknologi untuk tujuan instruksional.
·         Psikolog pendidikan kebanyakan bekerja di fakultas-fakultas dalam lingkungan universitas atau institut keguruan atau di lembaga-lembaga penelitian (Balitbang) dan lembaga pendidikan dan latihan (Diklat).


c.       Ruang lingkup, cakupan, dan peranan
Ruang lingkup kajian dari psikologi pendidikan ialah mencakup semua penerapan prinsip-prinsip psikologis dalam proses pendidikan dan pembelajaran peserta didik di kelas di berbagai institusi pendidikan, baik di lembaga pendidikan formal (di lingkungan sekolah), non formal (di lingkungan masyarakat), dan informal (di lingkungan keluarga). Dalam membahas tentang ruang lingkup dari psikologi pendidikan, juga dibahas tentang pusat perhatian dari psikologi pendidikan sebagai disiplin ilmu yang merupakan bagian integral dari psikologi umum.

Ada dua elemen yang menjadi pusat perhatian dalam pendidikan yang juga menjadi pusat perhatian oleh para ahli psikologi pendidikan dan para guru, yaitu peserta didik dan proses belajar.
·         Peserta didik merupakan elemen yang terpentin diantara elemen yang lain (termasuk elemen situasi belaja dan elemen proses belajar). Tanpa kehadiran peserta didik di kelas di suatu lembaga pendidikan tidak mungkin akan ada proses pembelajaran karena peserta didik merupakan objek dari proses pendidikan dan pembelajaran di kelas.
·         Proses pembelajaran sebagai elemen yang menjadi pusat perhatian dari psikologi pendidikan, merupakan elemen penentu keberhasilan proses pendidikan. Melalui proses pembelajaran yang interaktif antara guru dan peserta didik akan terjadi perubahan perilaku kepada peserta didik yang ditandai dengan gejala peserta didik menjadi tahu terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya dari tidak tahu pada waktu sebelum mempelajari materi pelajaran tertentu.

Psikologi Sekolah

a.      Pengertian
Psikologi sekolah adalah sebuah cabang dari psikologi pendidikan yang menciptakan situasi mendukung bagi anak didik disekolah dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, kreasi, dan emosi. 

b.      Psikolog sekolah
Psikolog sekolah adalah seorang sarjana di bidang psikologi dan pendidikan yang melayani kebutuhan anak-anak, keluarga, dan semua perangkat sekolah untuk membantu semua siswa mencapai potensi pendidikan yang ada di sekolah.

Psikolog sekolah berperan dalam proses tercapainya tujuan pendidikan di sekolah, seperti :
·        Psikolog sekolah dibutuhkan sebagai pembina atau pelaksana tes untuk mengidentifikasi keperluan pendidikan khusus, pemberian laporan, dasar pikiran, dan saran-saran umum mengenai pendidikan dan managemen kelas.
·        Psikolog sekolah melaksanakan pengukuran dan mengungkapkan informasi pengaruh-pengaruh kehidupan keluarga dan sekolah yang erat kaitannya dengan masalah yang dihadapi anak didik yang ditangani.
·        Psikolog juga memberikan konseling untuk membantu orang lain memahami dan menggunakan hasil diagnosa yang dilakukannya.

c.       Ruang lingkup

Pada dasarnya psikologi sekolah merupakan suatu cabang dari psikologi pendidikan yang mengkhususkan pada sekolah saja. Segala aspek yang berhubungan dengan sekolah merupakan ruang lingkup dan cakupan dari psikologi sekolah. Apapun masalah yang ada disekolah maupun segala hal tentang sekolah akan dibahas dan berhubungan langsung dengan psikologi cabang ini dibantu dengan psikolog pendidikan.


Daftar Pustaka :

Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan edisi kedua.Jakarta: Kencana


Sukadji, Soetarlinah. 2000. Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (L.P.S.P3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Upaya apa saja yang dapat kita lakukan untuk dapat membantu proses pembelajaran serta proses kehidupan sehari-hari mereka yang mengalami gangguan pendengaran ?

Pada dasarnya setiap gangguan memang akan memberikan berbagai dampak negatif bagi fisik maupun psikis seorang individu. Namun tak jarang juga kita dapati banyak anak yang memiliki gangguan namun dia tetap bersemangat disekolahnya bahkan tergolong anak yang cukup cerdas. Gangguan pendengaran misalnya yang bisa saja megakibatkan keterlambatan atau kesulitan proses pembelajaran bagi si penderitanya.


Banyak anak yang memiliki masalah pendengaran akan mendapatkan pengajaran tambahan di luar kelas regulernya karena bisa saja ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung, penderitanya akan sering minta pengulangan penjelasan, bahkan bisa saja mereka memang tidak mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru mereka. Jadi wajarlah jika mereka diberikan penjelasan yang lebih dikarenakan gangguan yang diderita itu.


Jika dilihat dari sudut pandang psikologi pendidikan sendiri, ada beberapa pendekatan yang dapat diberikan untuk anak penderita gangguan pendengaran, yaitu diantaranya adalah :
1.       Pendekatan oral
Pendekatan ini meliputi metode membaca gerak bibir, speech reading, serta menggunakan alat visual untuk membaca.
2.       Pendekatan manual
Pendekatan ini meliputi metode menggunakan bahasa isyarat yaitu sistem gerakan tangan yang melambangkan kata. Bisa juga dengan pengejaan jari yaitu mengeja setiap kata dengan menandakan setiap huruf dari suatu kata.



Biasanya kedua pendekatan ini akan dilakukan dengan bersamaan guna membantu penderitanya sedikit lebih mudah belajar. Namun berkat kemajuan tekhnologi dewasa ini, ditemukan pula beberapa solusi yang cukup dapat mempermudah sang anak penderita gangguan pendengaran itu untuk dapat menjalani proses belajar mengajar dikelas reguler agar kekurangan mereka tak menjadi alasan untuk tidak dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya disekolah reguler, yaitu :
1.       Pemasangan Cochlear dengan prosedur pembedahan. Namun hingga kini, masi banyak pro dan kontra yang ditimbulkan oleh cara yang satu ini.
2.       Diberikan semacam alat di telinga. Tetap dengan prosedur pembedahan apabila perderitanya telah sampai ke tahap disfungsi telinga tingkat menengah namun bukanlah sebuah prosedur permanen.
3.       Sistem hearing aids dan amplifikasi.
4.       Pemberdayaan internet dan telekomunikasi seperti teletypewriter-telephone atau juga radiomail.


Dan bagi kita yang mungkin saja memiliki teman atau sanak saudara yang merupakan salah seorang penderita gangguan pendengaran, diharapkan kita dapat bersikap lebih dewasa, sabar, serta berbicara dengan kecepatan yang sewajarnya, jangan terlalu cepat karena akan membuat mereka kesulitan memahami setiap tutur kata kita , ataupun jangan terlalu lambat karena bisa saja hal ini justru membuat mereka merasa terhina serta pada saat sedang berkomunikasi, usahakan tetap menatap mata atau wajah mereka karena kebanyakan akan mencoba memahami ucapan kita dari gerak bibir yang kita lakukan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, 21 Maret 2011

Bagaimana Pengaruh Etnis dan Kultur pada Intelegensi dan Tes Apa yang Tepat untuk Semua Kultur ?


Etnis dan Kultur di tiap daerah, negara, bahkan benua pastilah akan berbeda satu sama lainnya. Lalu bagaimanakah dengan intelegensi mereka ? Semua pertanyaan ini pastilah akan terbersit dibenak kita. Berikut ini kita akan membahas masalah ini satu persatu.

Seperti yang kita semua ketahui, di Amerika terdapt perbandingan ras yang sangat menonjol antara Amerika berkulit putih dan juga Amerika-Afrika berkulit hitam. Pada saat mereka mengikuti tes intelegensi, muncul rata-rata bahwa yang berkulit putih memiliki kecerdasan yang lebih tinggi. Namun apakah kita bisa langsung berkesimpulan bahwa perbedaan etnis menjadi penyebabnya ? Ternyata TIDAK. Setelah ruang gerak yang diberikan kepada mereka yng berkulit hitam jadi semakin leluasa, kebebasan yang mereka miliki semakin banyak, dan hak yang semakin bertambah, pendidikan merekapun sudah mulai mendapatkan titik terang. Bahkan kini mereka dapat bersaing dengan bangsa kulit putih sehingga jelas bahwa etnis tidak menjadi penyebab perbedaan tingkat intelegensi seseorang, Namun lebih tepatnya diakibatkan oleh lingkungan.

Lalu bagaimana dengan permasalahan adanya bias kultural seperti yang terjadi dibeberapa negara. Kebanyakan tes intelegensi awal mengandung bias kultural, tes itu lebih memihak kepada yang lebih berkuasa dan lebih tinggi stratanya. Atau bahasa yang dipakai pada tes sulit dipahami akibat bedanya bahasa sehari-hari yang digunakan pada proses kehidupan. Maka banyak ahli mulai mengusahakan versi tes intelegensi kontemporer mereduksi bias-bias kultural tersebut.

Saat ini telah ada tes yang fair secara kultural yaitu tes yang diusahakan bebas dari bias kultural. Tes ini memiliki dua jenis :
1.       Berisi item-item yang diyakini dipahami oleh anak dari semua jenis etnis dan sosioekonomi.
2.       Tidak menggunakan item verbal.

Namun usaha ini juga belum bisa dianggap berhasil karena tingkat kecerdasan ditiap negara memiliki patokan yang bervariasi. Karena itulah sudah sewajarnya kita terus mengusahakan untuk membuat tes intelegensi yang jauh lebih baik lagi.

Sumber: Santrock, J.W. Psikologi Pendidikan edisi kedua. 2010. Jakarta : Kencana


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Apa Itu E-Learning ?


Dengan semakin berkembangnya tekhnologi dizaman modern seperti sekarang, dunia pendidikanpun mulai menggunakan sistem-sistem yang tidak kalah modern-nya dengan zaman. Tuntutan zaman inilah yang akhirnya memunculkan suatu sistem pendidikan yang tidak dibatasi ruang dan waktu dan mengkolaborasikannya dengan dunia tekhnologi khususnya cyber yang lebih dikenal dengan istilah e-learning.

E-Learning berasal dari dua kata :
1.       e”  berarti elektronik yang biasanya dihubungkan juga dengan cyber (maya).
2.       Learning yang berarti pembelajaran atau education.
Jadi dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan menggunakan media elektronika.


Beberapa fakta yang juga berhubungan dengan e-learning, diantaranya :
1.       E-Learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang dihubungkan oleh network (jaringan).
2.       Berfokus bukan pada “e” tetapi pada “learning” yaitu proses pembelajarannya.
3.       Dalam proses e-learning, pengajar dan pendidik tidak mesti berada ditempat yang sama. Karena dihubungkan oleh network , kapanpun dan dimanapun lokasi kita berada akan bisa dilakukan proses ini asalkan ada jaringan internet yang tersambung.
4.       Penggunaan e-learning dapat diukur oleh pola perilaku dalam penggunaan IT  untuk pembelajaran sehari-hari.
5.       Bersifat pragmatis yang memerlukan dukungan infrastruktur dan superstruktur. Keberhasilannya juga dipengaruhi oleh daya beli pengajar dan peserta didik terhadap fasilitas TIK dalam mengakses internet.


Referensi :
Munir., (2008). Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung:
Alfabeta


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Apa Sajakah yang Menjadi Prinsip Learner-Centered ?


Pada dasarnya, instruksi dan perencanaan Learner-Centered adalah berfokus kepada siswa dan bukan kepada gurunya. Prinsip Learner-Centered itu sendiri menekankan pembelajaran dan pelajar yang aktif dan reflektif . American Psychological Association (APA) mengklarifikasikan prinsip tersebut kedalam beberapa faktor yaitu :
a.     Faktor Kognitif dan Metakognitif
Didalam faktor ini terdiri lagi dalam 6 prinsip yaitu :
1.       Sifat proses pembelajaran
2.       Tujuan proses pembelajaran
3.       Konstruksi pengetahuan
4.       Pemikiran strategis
5.       Memikirkan tentang pemikiran (metakognitif)
6.       Konteks pembelajaran
b.     Faktor Motivasi dan Emosional
Merupakan aspek penting yang diklarifikasikan lagi kedalam 2 prinsip yaitu :
1.       Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran
2.       Motivasi instrinsik untuk belajar
3.       Efek motivasi terhadap usaha
c.      Faktor Sosial dan Developmental
Sosial dan developmental juga menjadi faktor penting dalam Learner-Centered sehingga diklarifikasikan lagi kedalam beberapa prinsip.
1.       Pengaruh perkembangan pada pembelajaran
2.       Pengaruh sosial terhadap pembelajaran
d.     Faktor Perbedaan Individual
Setiap individu di dunia ini pasti memiliki perbedaan masing-masing. Karena itulah faktor ini dibagi lagi kedalam 3 prinsip sekaligus menjadi faktor terakhir yaitu :
1.       Perbedaan individual dalam pembelajaran
2.       Pembelajaran dan diversitas
3.       Standar dan Penilaian
Dari klasifikasi-klasifikasi berdasarkan beberapa faktor, dapat kita tarik kesimpulan bahwa pada dasarnya semua faktor ini berfokus utama kepada orang yang belajar (Learner) karena itulah proses ini disebut Learner-Centered


Referensi :
Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Kencana.
 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, 07 Februari 2011

Peran Tekhnologi Sebagai Penunjang di Bidang Pendidikan


Di era globalisasi saat ini , tekhnologi menjadi unsur kehidupan yang memiliki peran penting . Dengan tekhnologi , manusia dapat berkomunikasi antar kota , daerah , bahkan negara , dan antar benuapun dapat terjalin . Kemajuan tekhnologi memang memiliki begitu banyak manfaat bagi segala bidang . Namun tetap saja meskipun memiliki banyak manfaat yang dapat mempermudah kelangsungan hidup manusia , tekhnologi juga akan memberikan dampak buruk apabila disalahgunakan . 


Sejak terjadinya revolusi tekhnologi , masyarakat pada umunya seakan-akan kecanduan , dan tenggelam ke dalam dunia maya tersebut . Jutaan penggunanya serasa dihipnotis sehingga mereka terus larut dalam luasnya jangkauan tekhnologi tersebut . Kini di saat tekhnologi semakin berkembang dan canggih , iapun menjelma menjadi bagian dari dunia pendidikan . Karena cakupan dalam tekhnologi itu sangatlah luas dan sangat membantu dalam penambahan wawasan para generasi penerus bangsa yang sedang menimba ilmu di bangku sekolah dan universitas .


Peran tekhnologi yang besar tampak pula dalam bidang komunikasi . Dengan adanya kemajuan tekhnologi , maka sarana komunikasipun menjadi semakin bervariasi . Salah satu bagian dari tekhnologi yang sangat dibutuhkan dan diminati serta paling terkenal adalah internet . Selain menjadi sumber perluasan wawasan , internet juga merupakan inti dari komunikasi melalui komputer . Sistem internet yang telah tercipta sedemikian canggih itu dapat terhubung keseluruh dunia sehingga informasi yang diberikanpun menjadi tidak terbatas untuk dapat diakses oleh berbagai tingkat usia .


Jadi dengan tidak terbatasnya informasi yang ada di internet menjadi alasan utama internet amat diminati dan begitu dipercaya dapat menjadi penunjang kesuksesan dalam proses pembelajaran . Dan internet dijadikan sarana memperkaya ilmu yang didalamnya terdapat berbagai lapisan dan jenjang pendidikan , baik itu murid sampai profesor , yang menjadi satu dalam wadah yang luas sehingga memungkinkan adanya proses pertukaran ilmu pengetahuan dari segala lapisan masyarakat . Karena itulah internet maupun tekhnologi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran seseorang .


Sumber: Santrock, J.W. Psikologi Pendidikan edisi kedua. 2010. Jakarta : Kencana


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rabu, 02 Februari 2011

Bagaimanakah Guru yang Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan?

Dewasa ini dunia pendidikan khususnya Indonesia tampak kurang memperlihatkan peningkatan kualitas yang berarti . Tetap saja masih banyak anak didik sulit memahami pelajaran yang mereka peroleh dari bangku sekolah mereka . Kemudian muncullah dibenak kita beberapa pertanyaan , salah satunya mungkin saja adalah siapa yang patut disalahkan atas hal ini ? Muridkah atau gurukah? Pastilah masing-masing pihak tidak akan mampu menjawabnya apalagi mengakui siapa yang salah atau bahkan mereka sendiripun tidak tahu apa yang salah .

 

Beberapa penyebab dasar yang paling sering menjadi pendorong terjadinya hal seperti ini antara lain adalah :
 

1. Cara penyampaian dari guru yang kurang tepat bagi si murid .
 

2. Kurangnya perhatian dari murid akan pelajaran yang dia dapatkan .
 


Pada dasarnya dua penyebab diatas memiliki inti permasalahan yang sama yaitu kualitas guru yang masih kurang efektif . Karena itulah ada baiknya para guru dan murid dapat saling mengintrospeksi diri masing-masing dan memperbaiki kekurangan-kekurangan selama ini . Dalam proses belajar mengajar akan ditemui berbagai macam variasi dari watak murid maupun guru . Karenanya masing-masing pihak harus menguasai beragam perspektif dan strategi saat dilangsungkannya proses belajar mengajar tersebut . Khususnya bagi para guru , mereka harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel .

 

Ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk menunjang terwujudnya proses belajar mengajar yang efektif agar tercapai tujuan yang diinginkan , yaitu :
 

1. Pengetahuan dan Keahlian
 

Seorang guru yang ideal dan efektif harus memiliki pengetahuan serta wawasan yang luas karena guru adalah sarana penunjang keberhasilan para murid . Guru juga akan menjadi tempat bertanya murid jika mereka mengalami kesulitan . Dengan kata lain , guru dapat disebut sebagai penampung masalah dan diharapkan dapat memberikan solusi bagi para murid agar masalah yang mereka hadapi dapat terpecahkan .
 

Selain itu , seorang guru juga harus memiliki keahlian . Keahlian tersebut selain yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan juga dapat berupa keahlian memanajemen kelas , keahlian mengendalikan kelas , keahlian berkomunikasi yang baik dengan para murid , bahkan jika perlu hingga keahlian bertekhnologipun harus dikuasai para guru mengingat saat ini kita hidup di zaman globalisasi .

2. Komitmen dan Motivasi
 

Guru yang efektif harus memiliki komitmen dan motivasi . Dengan adanya komitmen , baik komitmen pada dirinya sendiri maupun pada orang lain , akan dapat membantunya menghadapi masa-masa sulit karena dalam setiap pekerjaan kita pasti akan menemukan titik kejenuhan . Maka komitmen tersebut berperan untuk menambahkan motivasi pada diri seseorang untuk tetap bersemangat .
 

Seorang guru harus mempunyai citra yang baik dimata para muridnya agar dia dapat terus dihargai dan disegani . Dengan adanya citra yang baik , maka murid-muridpun akan mudah menerima pelajaran yang didapatkan dari sang guru dikarenakan aura positif yang tercipta . Dan guru yang efektif harus bisa memberikan motivasi yang baik pula untuk para muridnya supaya mereka dapat terus bersemangat dan percaya diri untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya serta mencapai cita-cita setinggi langit .

 

Jika hal-hal di atas telah dapat tercipta , maka kemungkinan terjadinya peningkatan kualitas pendidikan akan semakin terbuka lebar . Karena itu marilah sama-sama kita berusaha untuk terus menciptakan hubungan harmonis antara guru dan muris . Kontribusi para guru amatlah besar sehingga guru harus bisa menjadi guru yang efektif untuk dapat memberi pengajaran yang tepat bagi muridnya .


 

Referensi :
Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Kencana.





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer