Kelompok 8 :
LAPORAN PROSES
PEMBELAJARAN
MENGGUNAKAN
PENDEKATAN PEDAGOGI
I.
Latar
Belakang Rancangan Pembelajaran
Menurut Montessori (Hurlock, 1978)
anak usia 3-6 tahun adalah anak yang sedang berada dalam periode sensitif atau
masa peka, yaitu suatu periode di mana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang
dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Menurut Hurlock
(dalam Sujiono dan Sujiono, 2005) usia 3-5 tahun merupakan masa bermain. Karya seni
menguntungkan semua aspek perkembangan anak. Saat anak menggambar, melukis, dan
membuat potongan kertas, mereka bereksperimen dengan warna, garis, bentuk, dan
ukuran. Anak-anak menggunakan cat, bahan-bahan, dan kapur untuk membuat
pilihan, mencoba ide, rencana, dan eksperimen. Menurut Widarni (2008:3.12) para
ahli teori perkembangan sependapat bahwa usia 0-6 tahun merupakan the
golden age (masa emas) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulang,
perkembangan yang terjadi di masa awal cenderung permanen dan mempengaruhi
sikap serta perilaku anak sepanjang hidupnya.
Oleh karena itu, kelompok memilih
anak-anak usia empat tahun. Di mana masa ini adalah masa emas anak-anak dalam
perkembangannya, baik itu dari segi perkembangan bahasa atau kognitifnya. Dan
di masa ini juga, anak-anak melakukan eksperimen dalam hal bentuk dan mencari
kata-kata baru yang belum mereka ketahui. Sehingga kelompok memilih tema
‘Bermain sambil Belajar’. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu bermain clay craft, bernyanyi bersama, story telling, berkenalan dengan jenis
buah-buahan, mewarnai, dan menonton video alphabet.
Dalam proses pedagogis, kelompok
menggunakan beberapa prinsip-prinsip pedagogis menurut Addine (2001) di
antaranya adalah mengkombinasikan karakter kolektif dan saling terkaitnya satu
sama lain antara subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian. Pada prinsip
mengkombinasikan karakter kolektif, proses pedagogis ini terjadi pada konteks
sekelompok orang yang dikumpulkan sesuai dengan kriteria yang berbeda dan
mengadopsi karekteristik tertentu dimana setiap anggotanya memiliki kekhususan
unik yang membedakan diri mereka dengan yang lain. Dan prinsip yang terakhir
adalah saling terkait satu sama lain antara subsistem aktivitas, komunikasi,
dan kepribadian. Contohnya, aspek kepribadian dibentuk serta dikembangkan atas
aktivitas dan melalui proses komunikasi. Di mana kelompok meminta pada setiap
anak untuk menceritakan aktivitasnya sehari-hari yang bertujuan untuk melatih
keberanian anak untuk bercerita di depan orang lain.
Di
sini kelompok memilih anak-anak yang berjumlah 3 orang. Kelompok mengajak
anak-anak tersebut untuk ikut bergabung dengan kegiatan yang akan dilakukan
kelompok dengan anak-anak melalui orangtuanya. Anak-anak tersebut ada yang
sudah masuk ke sekolah dan ada yang belum. Satu orang anak yang kami ajak sudah
masuk sekolah TK, sedangkan yang dua lagi belum masuk sekolah TK dan masih
beraktivitas di rumah.
Kelompok akan melakukan kegiatan
tersebut dengan jumlah pertemuan sebanyak tiga kali dengan durasi 60-75 menit
setiap pertemuan. Kelompok melakukan kegiatan ini pada hari Rabu dan Jumat.
Kelompok akan melakukan kegiatan ini di tempat yang sudah disediakan oleh salah
satu orang tua dari peserta/anak-anak tersebut. Tempat tersebut berada di dalam
ruangan yaitu in door. Ruang tersebut
kira-kira 10 m x 5 m dan terdapt kipas angin, serta televisi.
II. Konsep Rancangan
Pembelajaran
A.
Pembagian
Sekuen Pembelajaran
1. Pertemuan
I
a. Pendahuluan
dan Perkenalan
-
Perkenalan anggota kelompok kepada
anak-anak
Durasi : 5 menit
Tiap anggota
memperkenalkan diri kepada anak-anak agar hubungan yang terjalin antara
anak-anak dan anggota kelompok menjadi lebih dekat karena sudah saling
mengenal.
-
Perkenalan tiap-tiap anak
Durasi : 10 menit
Setiap anak diminta
untuk memperkenalkan dirinya dan menceritakan beberapa hal tentang dirinya,
misalnya usia, sekolah (jika sudah sekolah), hobi, dan cita-cita anak. Hal ini
bertujuan agar masing-masing anak serta kelompok saling mengenal dan mengetahui
tentang anak tersebut. Dan juga untuk melatih verbal anak.
-
Bernyanyi bersama anak-anak
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok akan
mengajak anak-anak untuk menyanyikan satu atau dua buah lagu anak-anak yang
diketahui oleh semuanya. Hal ini bertujuan untuk membuat suasana lebih santai
dan anak-anak dapat lebih dekat dengan kelompok.
b. Inti
-
Memperkenalkan jenis-jenis buah
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan
menunjukkan beberapa jenis buah-buahan yang sering dijumpai, seperti jeruk,
tomat, pisang. Selain itu, kelompok juga akan menunjukkan beberapa gambar
buah-buahan. Hal ini bertujuan untuk membuat anak-anak mengetahui nama
buah-buahan yang sering dijumpai di sekitar kita.
-
Belajar mewarnai beberapa macam buah
Durasi : 20 menit
Anggota kelompok akan
membagikan beberapa buah gambar buah-buahan dan meminta anak-anak untuk
mewarnai gambar-gambar tersebut. Sebelum menggambar, anggota kelompok akan
menanyakan kepada anak nama dari buah yang ada di gambar tersebut. Hal ini
bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak telah mengetahui nama-nama buah yang
telah diperkenalkan sebelumnya dan mengenalkan kepada anak-anak beberapa nama
warna yang sesuai dengan buah yang ada di gambar. Selain itu, hal ini juga
bertujuan untuk melatih motorik halus anak.
c. Penutup
-
Makan buah bersama anak-anak
Durasi : 5 menit
Buah-buahan yang
sebelumnya ditunjukkan kepada anak-anak untuk memperkenalkan nama buah-buahan,
dibagikan kepada anak-anak dan dimakan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk
membuat hubungan anak-anak dan kelompok semakin dekat lagi.
-
Penutupan kegiatan
Durasi : 5 menit
Kelompok memberitahukan
kepada anak-anak mengenai jadwal pertemuan selanjutnya. Kelompok mengucapkan
terima kasih kepada anak-anak karena mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemudian
memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah
mengucapkan salam, kegiatan pada pertemuan pertama selesai.
2. Pertemuan
II
a. Pendahuluan
-
Pembukaan kegiatan
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok
mengucapkan salam pembukaan dan menyapa anak-anak yang siap untuk mengikuti
kegiatan.
-
Menceritakan tentang aktivitas yang
dilakukan anak
Durasi : 10 menit
Anak-anak diminta untuk
menceritakan aktivitas mereka di hari tersebut mulai dari bangun tidur hingga
sampai ke lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian anak-anak
untuk bercerita di depan orang lain dan juga sebagai cara untuk membuat
anak-anak dan kelompok lebih akrab lagi.
b. Inti
-
Bermain clay craft
Durasi : 20 menit
Anak-anak akan
dibagikan clay craft oleh anggota
kelompok. Anak akan dikenalkan beberapa nama warna sesuai dengan warna clay craft tersebut sekaligus menambah
pengetahuan mengenai nama-nama warna yang sudah diajarkan pada pertemuan
pertama. Kemudian, anak juga akan diminta untuk membuat bentuk apapun yang
mereka inginkan menggunakan clay craft
masing-masing kemudian menjelaskan bentuk apa yang mereka buat. Hal ini
bertujuan untuk mengasah motorik pada anak dan juga melatih keberanian dan
kemampuan verbal anak. Bagi anak yang telah menjelaskan hasil karyanya akan
diberikan reward berupa permen.
-
Story
telling
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan
menceritakan sebuah dongeng/cerita rakyat kepada anak-anak.
-
Melakukan tanya jawab bersama anak-anak
terkait dengan cerita yang telah disampaikan.
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan
memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan cerita yang telah diceritakan
sebelumnya. Bagi anak yang dapat menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa permen.
c. Penutup
-
Penutupan acara
Durasi : 5 menit
Kelompok memberitahukan
kepada anak-anak mengenai jadwal pertemuan selanjutnya. Kelompok mengucapkan
terima kasih kepada anak-anak karena masih berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai.
Setelah mengucapkan salam, kegiatan pada pertemuan ke dua selesai.
3. Pertemuan
III
a. Pendahuluan
-
Pembukaan kegiatan
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok
mengucapkan salam pembukaan dan menyapa anak-anak yang siap untuk mengikuti
kegiatan.
-
Menceritakan tentang aktivitas yang
dilakukan anak
Durasi : 10 menit
Anak-anak diminta untuk
menceritakan aktivitas mereka di hari tersebut mulai dari bangun tidur hingga
sampai ke lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian anak-anak
untuk bercerita di depan orang lain dan juga sebagai cara untuk membuat
anak-anak dan kelompok lebih akrab lagi.
b. Inti
-
Story
telling
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan
menceritakan sebuah dongeng/cerita rakyat yang berbeda dari cerita di pertemuan
sebelumnya kepada anak-anak.
-
Melakukan tanya jawab bersama anak-anak
terkait dengan cerita yang telah disampaikan
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan
memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan cerita yang telah diceritakan
sebelumnya. Bagi anak yang dapat menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa permen.
-
Menampilkan video alphabeth
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan
menampilkan video tentang alphabeth
kepada anak-anak. Setelah menampilkan video, anggota kelompok akan menuntun
anak-anak untuk mengulang kembali lagu yang ada di video tersebut secara
perlahan dan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan huruf-huruf,
sekaligus sebagai hiburan bagi anak-anak karena dilakukan sambil bernyanyi dan
menonton video.
c. Penutup
-
Bertanya tentang kesan kepada anak-anak
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan
menanyakan kepada masing-masing anak mengenai kesan yang dirasakan anak-anak
dengan kegiatan bersama kelompok sejak pertemuan pertama hingga pertemuan
terakhir. Hal ini bertujuan untuk melatih verbal anak, memberikan kesempatan
bagi anak untuk memberikan pendapatnya, dan sebagai feedback dari anak-anak bagi kelompok dari hasil kegiatan yang
dilakukan kelompok.
-
Memberikan kenang-kenangan untuk
anak-anak
Durasi : 5 menit
Kelompok membagikan
kenang-kenangan berupa bingkisan sederhana sebagai ucapan terima kasih kelompok
untuk anak-anak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
-
Penutupan acara
Durasi : 5 menit
Kelompok mengucapkan
terima kasih kepada anak-anak karena telah berpartisipasi dalam kegiatan ini
selama tiga kali. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum
kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam dan saling bersalam-salaman antara
kelompok dan anak-anak, dan kegiatan pada pertemuan ke tiga selesai.
B.
Pembagian
Tugas Kelompok
1. Pertemuan
I
-Perkenalan anggota kelompok kepada
anak-anak dan Perkenalan tiap-tiap anak : Aprilia Windy
- Bernyanyi bersama anak-anak : Ade Yunika
-Memperkenalkan jenis-jenis buah dan Belajar
mewarnai beberapa macam buah : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya
bertugas membantu Shaila mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Makan buah bersama anak-anak : Ade
Yunika
-Penutupan kegiatan : Aprilia Windy
-Observer
: Zuhrati Desiana
2. Pertemuan
II
-Pembukaan kegiatan dan Menceritakan
tentang aktivitas yang dilakukan anak : Zuhrati Desiana
-Bermain clay craft : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas
membantu Efrianty mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Story
telling dan Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait
dengan cerita yang telah disampaikan : Aprilia Windy¸ dua anggota kelompok
lainnya bertugas membantu Aprilia mengawasi anak-anak saat proses kegiatan
berlangsung
-Penutupan acara : Zuhrati Desiana
-Observer
: Ade Yunika
3. Pertemuan
III
-Pembukaan kegiatan dan Menceritakan
tentang aktivitas yang dilakukan anak : Ade Yunika
-Story
telling dan Melakukan
tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan :
Zuhrati Desiana, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Desi mengawasi
anak-anak saat proses kegiatan berlangsung.
-Menampilkan video alphabeth : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas
membantu Shaila mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung dan
menjadi operator laptop.
-Bertanya tentang kesan kepada anak-anak
: Ade Yunika
- Memberikan kenang-kenangan untuk
anak-anak : Seluruh anggota kelompok
-Penutupan acara : Ade Yunika
-Observer
: Aprilia Windy
C.
Alat
Bantu yang Digunakan
1. Pertemuan
I
-
Gambar buah-buahan
-
Pensil warna/ Krayon
-
Kertas HVS bergambar buah-buahan
2. Pertemuan
II
-
Clay
craft
-
Buku cerita dongeng/ cerita rakyat
3. Pertemuan
III
-
Buku cerita dongeng/ cerita rakyat
-
Laptop
III.
Proses
Pembelajaran
A.
Skenario
1. Pertemuan
I
Pertemuan awal akan dibuka oleh
Aprilia saat semua anak telah berkumpul di dalam ruangan yang sudah disepakati
sebelumnya bersama para orang tua. Kegiatan akan dibuka dengan salam pembuka
sebagai berikut :
"Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi adik-adik semuanya. Apa kabar? Sehat
kan? Hari ini, kakak-kakak di sini akan mengajak kalian semua bermain dan
belajar bersama-sama. Nah, sebelum kita mulai kegiatan kita, sebelumnya kakak
akan memperkenalkan diri kakak dan teman-teman kakak ke kalian supaya kita
semua saling mengenal. Setelah kami memperkenalkan diri, nanti gantian ya kakak
minta kalian yang memperkenalkan diri kalian. Bisa ?”
Setelah kesepakatan dibuat, maka Aprilia
akan memimpin sesi perkenalan tiap anggota kepada masing-masing anak. Setiap
anggota kelompok yang disebutkan namanya oleh Aprilia akan memperkenalkan diri
berupa nama panggilan untuk memudahkan anak untuk mengenal dan memanggil nama
anggota kelompok.
Kemudian tiap anak diminta untuk
memperkenalkan dirinya dengan berdiri di depan teman-temannya dengan menyebutkan
nama, usia, sekolah, hobi, cita-cita, serta apapun yang ingin anak tersebut
perkenalkan, misalnya jumlah saudara atau aktivitas yang dilakukannya
sehari-hari. Aprilia akan mewakili kelompok untuk meminta tiap-tiap anak untuk
memperkenalkan diri sebagai berikut :
“Nah,
sekarang giliran adik-adik ya yang memperkenalkan diri. Ayo coba mulai dari
yang paling kanan kakak, ayo berdiri dan maju ke depan untuk menyebutkan nama,
umur, atau apapun tentang diri kalian”.
Setelah acara perkenalan selesai,
Ade akan mengajak seluruh anak untuk bernyanyi. Sebelumnya, Ade akan menanyakan
terlebih dahulu lagu apa yang mereka ketahui. Misalnya lagu balonku atau
pelangi. Apabila sudah ditemukan 2 buah lagu yang hendak dinyanyikan, Ade akan
mulai bernyanyi diikuti oleh seluruh anak dan juga anggota kelompok untuk
memeriahkan suasana. Kegiatan
selanjutnya setelah bernyanyi adalah memperkenalkan jenis buah-buahan yang
sering dijumpai di kehidupan sehari-hari misalnya pisang, jeruk, apel, tomat,
dan sebagainya. Efrianty selaku pemimpin kegiatan pada sesi ini akan membagikan
selebaran yang bergambarkan beberapa bentuk buah-buahan dan juga beberapa jenis
buah sebagai contoh langsung dari jenis buah yang akan diperkenalkan kepada
anak-anak. Selain memperkenalkan nama buah, anak-anak juga akan diperkenalkan
warna dari buah tersebut. Kemudian Efrianty akan menginstruksikan anak-anak
untuk mewarnai gambar-gambar buah pada kertas yang telah dibagikan sebelumnya.
Sebelum kegiatan mewarnai dimulai, Aprilia dan Ade akan membagikan krayon
sebagai alat bantu mewarnai kepada setiap anak. Dan Efrianty akan memberikan
instruksi sebagai berikut :
"Adik-adik
sudah mendapatkan krayon kan ? Nah dengan krayon itu, sekarang adik-adik bisa
mewarnai gambar buah-buahan tadi. Warnai buah-buahnya sesuai dengan warna buah
tersebut. Nanti kalau bingung, kalian bisa tanya ke kakak ya. Ayo di mulai..”
Setelah semua anak selesai mewarnai,
seluruh kertas akan dikumpulkan oleh anggota kelompok. Kemudian Ade akan
mengajak anak-anak untuk makan buah-buahan yang tadi digunakan untuk
mengenalkan jenis buah-buahan bersama seluruh anggota kelompok. Selama kegiatan
ini, seluruh anggota kelompok akan membantu anak-anak untuk membuka kulit buah
ataupun menyuapi anak-anak agar anggota kelompok dapat semakin akrab dengan
anak. Setelah selesai makan buah-buahan, Aprilia akan memberitahukan kepada
seluruh anak bahwa kegiatan di pertemuan pertama telah selesai dan
memberitahukan tentang jadwal pertemuan selanjutnya. Kemudian kegiatan hari
pertama ditutup dengan salam penutup.
2. Pertemuan
II
Ketika semua anak telah berkumpul,
Zuhrati akan membuka kegiatan hari tersebut dengan salam pembuka dan meminta
anak untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan di hari tersebut.
"Assalamualaikum
adik-adik semuanya, selamat pagi. Semuanya sehat kan? Akhirnya kita ketemu
lagi. Masih ingat dengan kakak-kakak ini kan ? Nah hari ini, kami akan mengajak
adik-adik semuanya untuk bermain dan belajar seperti kemarin. Tapi sebelumnya,
kakak minta kalian satu persatu untuk menceritakan apa saja yang kalian lakukan
hari ini. Kalau semuanya sudah bercerita, baru deh kita mulai untuk belajarnya
lagi. Oke.. Ayo di mulai dari yang paling ujung dulu ayo sini maju ke samping
kakak dan ceritakan di depan teman-temannya apa saja yang kamu lakukan hari
ini..”
Selanjutnya, Efrianty akan
membagikan clay craft kepada setiap
anak dan mempersilakan mereka untuk membuat apapun yang mereka inginkan dengan
menggunakan clay craft tersebut.
Masing-masing anak akan didampingi oleh satu anggota kelompok yang bertugas
untuk mengarahkan atau membantu anak dalam membentuk hal yang ingin dibuat.
Setelahnya kegiatan dipimpin oleh Aprilia yaitu menceritakan sebuah dongeng
tentang hewan dari sebuah buku dongeng yang telah disediakan oleh kelompok. Anak-anak
akan diminta untuk duduk melingkar agar mempermudah mereka mendengar dan
melihat gambar dari cerita yang dibacakan oleh Aprilia. Setelah kegiatan
selesai, anak-anak akan diberikan kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan
yang diberikan oleh Aprilia mengenai cerita yang dibacakan sebelumnya. Bagi
anak yang menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa makanan ringan untuk anak tersebut. Berikut ini
instruksi yang disampaikan Aprilia kepada anak-anak pada saat sesi tanya jawab
:
"Sekarang,
kakak akan kasih beberapa pertanyaan tentang cerita yang tadi kakak bacain buat
kalian. Siapa yang bisa jawab nanti tunjuk tangan ya. Yang berani menjawab
nanti akan kami kasih hadiah. Jadi kalian harus menjawab supaya dapat
hadiahnya. Pertanyaan yang kakak kasih ga akan susah. Kakak yakin kalian pasti
bisa jawab. Oke kakak mulai ya, kalian siap-siap untuk tunjuk tangan..”
Setelah sesi tanya jawab dan
pemberian reward selesai, Zuhrati memberitahukan
kepada seluruh anak bahwa kegiatan di pertemuan hari tersebut telah selesai,
dilanjutkan dengan pemberitahuan tentang jadwal pertemuan selanjutnya. Kegiatan
hari kedua ditutup dengan salam penutup.
3. Pertemuan
III
Apabila semua anak telah berkumpul, sama
seperti pertemuan sebelumnya, Ade akan membuka kegiatan hari tersebut dengan
salam pembuka dan meminta anak untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan
di hari tersebut.
"Assalamualaikum
adik-adik semuanya, selamat pagi. Semuanya sehat kan? Akhirnya kita ketemu
lagi. Masih ingat dengan kakak-kakak ini kan ? Nah hari ini, kami akan mengajak
adik-adik semuanya untuk bermain dan belajar seperti kemarin. Tapi sebelumnya,
kakak minta kalian satu persatu untuk menceritakan apa saja yang kalian lakukan
hari ini. Kalau semuanya sudah bercerita, baru deh kita mulai untuk belajarnya
lagi. Oke.. Ayo di mulai dari yang paling ujung dulu ayo sini maju ke samping
kakak dan ceritakan di depan teman-temannya apa saja yang kamu lakukan hari
ini..”
Selanjutnya kegiatan dipimpin oleh Zuhrati
yaitu menceritakan sebuah dongeng yag berbeda dari cerita sebelumnya tentang
hewan. Anak-anak akan diminta untuk duduk melingkar agar mempermudah mereka
mendengar dan melihat gambar dari cerita yang dibacakan oleh Zuhrati. Setelah
kegiatan selesai, seperti pertemuan sebelumnya juga, anak-anak akan diberikan
kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Zuhrati
mengenai cerita yang dibacakan sebelumnya. Bagi anak yang menjawab pertanyaan
akan diberikan reward berupa makanan
ringan untuk anak tersebut.
Kemudian, Efrianty akan memutarkan
sebuah video mengenai huruf alphabeth.
Zuhrati akan membantu Efrianty dalam memperkenalkan huruf-huruf kepada anak,
sedangkan Ade akan menjadi operator laptop selama sesi ini berjalan. Setelah
selesai, Ade akan menanyakan kesan-kesan tentang perasaan yang dirasakan semua
anak dengan kegiatan yang kelompok lakukan selama beberapa hari ini, sebagai
berikut :
"Nah,
acara kita hari ini sudah selesai, sebelum kita pulang, kakak mau tanya ke
kalian semua tentang belajar dan bermain kita. Ayo siapa yang mau ngomong,
tunjuk tangannya. Siapa duluan yang bicara di depan. Kalian senang ga dengan
kakak-kakak ? Suka ga dengan belajar sama kakak-kakak ? Kemarin kan kita udah
mewarnai, udah baca cerita, udah dapat hadiah, udah main bentuk-bentuk lilin,
tadi juga udah nonton kan, kalian senang ga ? Ayo siapa yang mau maju..”
Setelah mendengar semua kesan-kesan
yang disampaikan seluruh anak, kelompok akan membagikan kenang-kenangan kepada
masing-masing anak. Dan kegiatan ditutup oleh Ade dengan mengucapkan terima
kasih kepada anak-anak yang telah menghabiskan beberapa waktu bersama kelompok
untuk belajar dan bermain bersama. Di akhir kegiatan, Ade mengucapkan salam
penutup dan saling bersalam-salaman antara kelompok dan anak-anak. Kegiatanpun
selesai.
B.
Objek
Observasi
1. Pertemuan
I
Ketika
kelompok tiba di lokasi, terlihat sudah ada 1 orang anak yang datang bernama
Abror. Abror masih tampak malu-malu saat kelompok mengajaknya berkenalan. Namun
setelah mengajaknya berbicara beberapa kali, Abrorpun mulai mendekatkan jaraknya
dengan kelompok dan mau diajak untuk berkenalan dan saling mengobrol. Sekitar
10 menit kemudian, 2 orang anak lainnya yaitu Fadhil dan Asya juga tiba di
lokasi. Sama seperti Abror, Fadhil dan Asya awalnya juga masih malu-malu jika
diajak untuk berkenalan maupun berbicara.
Karena
seluruh anak telah tiba, maka kegiatanpun dimulai. Aprilia membuka kegiatan
dengan salam dan perkenalan singkat dari masing-masing anggota kelompok kepada
anak-anak. Kemudian Aprilia melanjutkan dengan meminta anak-anak untuk
mengenalkan diri mereka satu persatu. Karena masih malu-malu, awalnya mereka
hanya memperkenalkan nama saja. Harus ditanyakan terlebih dahulu, baru mereka
mau menjawab pertanyaan tentang mereka. Misalnya tentang usia, atau kegiatan
apa yang mereka lakukan. Saat Ade mengajak mereka bernyanyi, akhirnya
diputuskan hanya lagu balonku yang dinyanyikan dan saat itu mulai tampak bahwa
anak-anak sudah cukup nyaman dengan kelompok. Hal ini ditandai dengan semakin
dekatnya jarak duduk antara anak dan anggota kelompok. Awalnya mereka duduk
agak jauh dari anggota kelompok namun lama kelamaan jaraknya semakin dekat
bahkan Fadhil sempat bersandar dengan Ade. Dari semua anak, Fadhilpun tampak
lebih mudah akrab dan banyak bicara dibandingkan Abror dan Asya.
Saat
kelompok berbicara, anak-anak juga telah melakukan kontak mata ketika
mendengarkan instruksi ataupun penjelasan yang disampaikan. Anak-anak juga
antusias dalam menyebutkan nama-nama buah yang ditunjukkan oleh Efrianty. Suara
mereka keras saat menyebutkan nama-nama buah. Ketika mewarnai, Asya terlihat
kalem sehingga Ade beberapa mulai mengajaknya berkomunikasi dengan menanyakan
beberapa pertanyaan berkaitan dengan warna dan gambar. Fadhil lebih banyak
berbicara saat mewarnai, menjelaskan warna apa saja yang diinginkannya untuk
gambar-gambar tersebut. Misalnya warna daun hijau, warna apel merah. Abror juga
banyak berbicara, dia didampingi oleh Efrianty dan sesekali tampak Efrianty
membantunya menjelaskan nama-nama warna. Saat mendengarkan penjelasan, Efrianty
menunjukkan warna di krayon dan Abror memperhatikannya dan melanjutkan kembali
kegiatan mewarnainya.
Karena
waktu untuk mewarnai cukup lama, kegiatan makan bersama tidak dilaksanakan.
Aprilia langsung menutup kegiatan dengan bertanya apakah masih mau datang di
pertemuan selanjutnya untuk belajar dan bermain bersama. Mereka serempak
menjawab iya. Dan Aprilpun memberitahukan jadwal selanjutnya. Mengucapkan
terima kasih atas kedatangan anak-anak, mengucapkan salam penutup, dan kegiatan
di pertemuan pertamapun berakhir.
2. Pertemuan
II
Pada
pertemuan kedua, anak-anak yang menjadi peserta sudah mulai mengenal kami.
Sehingga mereka tidak begitu malu-malu seperti saat pertama jumpa. Pada saat
pembukaan yang dilakukan oleh Zuhrati, anak-anak tersebut sudah duduk rapi dan
bersiap mendengarkan. Saat memulainya, Zuhrati menggunakan kata-kata tepat dan
kalimat yang pas. Misalnya seperti, ‘Selamat siang adik-adik. Apakah adik-adik
sudah pada makan siang? Kontak mata yang dibangun oleh Zuhrati sudah cukup
bagus namun ada beberapa adik-adik yang tidak terjalin kontak matanya dengan
Zuhrati saat Zuhrati berbicara.
Pada
saat bermainan clay craft yang
dibawakan oleh Efrianty, ia mulai membangun kontak mata dengan anak-anak
tersebut. Namun, tidak semua anak bisa ia jangkau. Sehingga, dua teman yang
lain seperti Zuhrati dan Aprilia membantunya untuk menangani anak-anak
tersebut. Apalagi saat menjelaskan bentuk yang akan dibuat, anak-anak tidak
semuanya fokus dan memperhatikan ke depan. Sehingga, Efrianty mengarahkan
adik-adik itu untuk mengikuti arahan yang dibantu oleh dua orang lainnya. Pada
saat berbicara, pemilihan kata-kata cukup bagus namun terkadang tidak mengikuti
tata bahasa Indonesia yang sesuai dengan EyD. Misalnya seperti, ‘Adik buat
apa?’. Penggunaan body language
lumayan bagus. Misalnya seperti, mimik wajah yang diperlihatkan. Anak-anak itu
begitu antusias saat bermain clay craft.
Hal ini terlihat saat anak-anak tersebut membuat kreasi sendiri-sendiri.
Awalnya susah meminta anak-anak itu untuk fokus dan mengikuti arahan dari
depan. Karena, mereka mencoba bermain dengan kreasi sendiri. Namun, setelah
diajak untuk membuat hal yang mereka sukai, mereka langsung antusias dan
mengikuti arahan di depan. Namun, tidak semua anak mengikuti arahan tersebut,
sehingga Efrianty mendekati salah seorang anak untuk mengikuti arahan yang
dibuatnya. Di antara mereka, ada yang membuat robot-robotan, pesawat, huruf,
buah, dan sebagainya.
Pada
saat story telling, anak tidak
terlalu semangat dan antusias. Anak-anak tersebut mulai bosan. Sehingga,
anak-anak diajak untuk melihat gambar yang ada di buku cerita terlebih dahulu
untuk membuat mereka tertarik. Setelah diperlihatkan gambar oleh Aprilia ,
mereka pun mau mendengarkan cerita. Dipertengahan story telling, anak-anak terlihat bosan. Dan Aprilia tidak bisa
menjangkau semua anak-anak tersebut untuk mendengarkan. Sehingga, Zuhrati mencoba
untuk membujuk salah seorang anak yang sudah tidak mengikuti lagi kegiatan
tersebut. Pada saat menceritakan tersebut, Aprilia tidak menggunakan bahasa
yang ada di buku cerita, ia menggunakan bahasa sendiri dan membuat semenarik
mungkin dan setepat mungkin membuat ekspresi yang pas dan intonasi suara yang
pas. Untuk anak yang masih mendengarkan, anak tersebut sudah tidak sabar dengan
kelanjutan ceritanya dan selalu mengatakan, ‘terus kak’. Saat sesi tanya jawab,
anak tersebutlah yang paling banyak menjawab pertanyaan, sedangkan yang tidak
terlalu menyimak hanya menjawab namun beberapa kali jawabannya salah.
Tibalah
saat penutupan, Zuhrati mulai melakukan penutupan dengan mengajak anak-anak
tersebut menceritakan tentang kegiatan yang mereka lakukan hari ini. Dan
meminta setiap anak untuk menceritakannya. Pada saat menceritakan, anak-anak
ada yang bisa menceritakan dan ada yang tidak. Dan pada saat penutupan
tersebut, banyak tepuk tangan yang dilakukan untuk memberikan mereka semangat
untuk terus belajar. Dan mengatakan, ‘bagus atau pintar’, untuk membuat mereka
tetap semangat walau ada yang tidak bisa menceritakan sampai selesai kegiatan
yang dilakukannya hari ini. Dan setelah itu, anak-anak mendapatkan reward untuk dibawa pulang.
3. Pertemuan
III
Pada pertemuan ketiga, anak-anak
yang menjadi peserta sudah menegur kami terlebih dahulu. Saat pembukaan yang
dilakukan oleh Ade , anak-anak sudah duduk rapi tidak sabar mengikuti kegiatan
yang akan dilakukan. Dalam pemilihan kata-kata, Ade lumayan tepat dalam
pemilihan kata-katanya dan kalimat yang digunakan juga dimengerti oleh
anak-anak. Tangan dan badan Ade ikut digerakkan saat ia mulai menjelaskan
kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. Dan saat bertanya kepada adik-adik,
aktivitas apa yang sudah mereka lakukan sebelum datang.
Pada
story telling yang dibawakan oleh
Zuhrati, anak-anak antusias untuk mendengarkan. Tetapi, anak-anak tidak terlalu
fokus dan anak-anak mengajak berbicara kakak-kakak yang lain. Dan kakak-kakak
yang lain, mulai mengarahkan anak-anak tersebut untuk mendengarkan ceritanya.
Dikarenakan anak-anak sudah mulai tidak mau mendengarkan, Zuhrati mulai
mengganti cara berceritanya. Ia bercerita dengan menunjukkan gambar dan
menceritakannya melalui gambar dan menggunakan bahasa sendiri, yang membuat
anak-anak kembali mendengarkan cerita tersebut. Dan setelah cerita selesai,
Zuhrati mengajukan kepada anak-anak untuk menjawab pertanyaan tersebut dan yang
menjawab paling banyak mendapat banyak reward
lebih banyak. Pada saat itu, anak-anak mulai antusias menjawab dan rebutan
menjawab, yang awalnya malu-malu untuk menjawab pertanyaan.
Setelah
story telling, dilanjutkan dengan
menampilkan video alphabeth kepada
anak-anak yang dibawakan oleh Efrianty. Pada awalnya, anak-anak antusias
melihat, mendengar, dan mengucapkannya. Namun, ditengah-tengah video tersebut
ada salah satu anak yang sudah bosan dan tidak mau melihat, mendengarkan, dan
mengucapkannya. Anak tersebut melakukan aktivitas yang lain, yang membuatnya
tidak bosan. Sehingga, Ade mencoba untuk membujukkan. Dikarenakan ada salah
satu anak yang tidak mau mengikuti arahan, sehingga Efrianty mengubah cara
belajarnya. Efrianty mencoba mengenalkan alphabeth
sambil bermain dengan clay craft.
Berdasarkan bentuk huruf yang dibuat dari lilin tersebut, anak-anak kembali mau
belajar walau membuat mereka juga ikut membuat huruf tersebut. Pemilihan
kata-kata yang digunakan sudah cukup tepat.
Pada
saat penutupan, Ade meminta anak-anak tersebut untuk menceritakan apa yang
mereka rasakan selama mengikuti kegiatan ini. Seperti salah seorang anak yang
mengatakan,’senang’, saat melakukan kegiatan-kegiatan ini. Saat itu, Ade Yunika
tidak bisa menjangkau mata semua anak-anak tersebut dan ketika ada salah
seorang anak mengajaknya berbicara, Ade Yunika tidak dengar sehingga ia tidak
membalas perbincangan anak tersebut. Sehingga, anak tersebut merajuk dan
meminta untuk pulang. Efrianty dan Zuhrati coba membujuk adik itu untuk tidak
pulang. Tapi anak tersebut tetap meminta pulang, lalu Zuhrati mengatakan bahwa
nanti akan diberikan hadiah lagi. Anak tersebut mau dan kembali duduk bersama
dengan teman-temannya yang lain.
Setelah
selesai menyampaikan kesan-kesannya, Ade membagikan hadiah sebagai
kenang-kenangan ke anak-anak tersebut. Dan kami berpoto bersama dengan
anak-anak tersebut. Setelah selesai bagi-bagi hadiah, kami membubarkan
kegiatan. Namun anak yang merajuk tadi, tidak ingin pulang. Dan kelompok mulai
mencoba kembali untuk membujuk anak tersebut. Dan penutupan kami akhiri dengan
salam-salaman.
IV.
Evaluasi
Pada saat pemberian
materi, anak-anak sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang kelompok berikan.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya respon yang diberikan saat kegiatan
berlangsung. Di mana
dalam kegiatan ini kelompok menggunakan strategi mengajar yang dapat digunakan
oleh guru, namun kelompok hanya menggunakan tiga dari lima strategi yaitu sebagai berikut:
a.
Pelatihan dan pelatihan lanjut
Melaksanakan pembelajaran dengan
langkah-langkah tertentu dan memperkuat setiap kemajuan.
Dalam kegiatan mengajar,
kelompok memilih langkah-langkah dan kegiatan-kegiatan tertentu dengan
mempertimbangkan kemampuan dan latar belakang pendidikan anak agar tujuan dari
pembelajaran tersebut tersampaikan. Ada beberapa kegiatan yang saling
berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga saling terkait dan membantu anak
lebih memahami materi yang disampaikan dengan lebih mendalam lagi.
b.
Ceramah dan menjelaskan
Menyajikan informasi dengan
cara yang dapat dipahami, mudah diproses, dan diingat.
Dalam menyampaikan
pengajaran, kelompok memilih cara-cara penyampaian tertentu dengan menggunakan
pemilihan kalimat yang mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh anak. Cara-cara
yang digunakanpun bermacam-macam. Hal ini dimaksudkan untuk mempemudah anak
dalam memproses informasi-informasi yang mereka dapatkan dalam bentuk yang
mudah untuk mereka terima. Sehingga dengan strategi-strategi tertentu,
informasi tersebut lebih mudah tersampaikan dan diingat oleh anak.
c.
Kelompok dan tim
Berbagi informasi, bekerja sama secara
kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan
keyakinan melalui proses kelompok.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan teori
mengenai pedagogi
modern, di mana pedagogi modern/efektif menggabungkan alternatif strategi
pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual, memiliki keterhubungan
dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan
atas perbedaan penerapan pada semua pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari
bagaimana cara mengajar yang bervariasi.
Pada kegiatan memperkenalkan
jenis buah-buahan, sebenarnya anak-anak sudah mengetahui beberapa jenis
buah-buahan tetapi dengan kelompok memperkenal lebih banyak lagi, anak-anak
semakin banyak mengenal jenis buah-buahan yang ada di lingkungan sekitarnya. Hal ini juga tampak pada saat memperkenalkan alphabeth dengan menampilkan video bentuk-bentuk alphabeth, anak-anak semakin bersemangat untuk mengenal alphabeth. Juga pada
saat bermain clay craft, ada anak-anak yang membuat bentuk buah-buahan dan ada juga
yang membuat bentuk alphabeth.
Di sini juga terlihat bahwa seni
mengajar sangat diperlukan dalam
kegiatan ini, karena sasaran
yang diajarkan adalah
anak-anak yang masih
berumur 4-6 tahun, di mana mereka hanya dapat
berpikir secara konkrit, sehingga kelompok
dituntut
harus mempunyai seni mengajar yang disesuaikan dan banyak melakukan improvisasi
agar suasana tidak
membosankan dan pentransformasian ilmu dapat berjalan dengan baik.
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer