Sabtu, 12 April 2014

Analisis Tentang Proses Pembelajaran Berdasarkan Pedagogi Praktis Abad Ke-21

Kalau dilihat dari postingan saya beberapa waktu lalu, saya sudah mempostingkan mengenai Proses Pembelajaran yang saya lakukan (bersama teman kelompok saya). Kemudian saya mencoba untuk mengaitkannya dengan analisis menggunakan konsep pedagogi abad ke 21.
Cekidot ~

Ketika saya melakukan proses pembelajaran beberapa waktu lalu, ada beberapa teori yang dapat menjelaskan beberapa hal guna menganalisis diri saya menggunakan teori-teori pedagogi abad 21, yaitu :
1.      Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk TIK, telah melahirkan perubahan dalam pola pembelajaran, juga telah lahir paradigma baru pembelajaran berbasis teknologi dan komunikasi (Danim, 2010, h. 101)
Adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi menjadi modal awal bagi saya memberikan saran kepada kelompok dalam beberapa pengajaran yang akan kami berikan kepada anak-anak. Seperti yang diketahui bahwa teknologi sangat modern pada saat ini, maka saya pikir bahwa memberikan pengajaran kepada anak menggunakan media teknologi seperti misalnya memperkenalkan alphabeth dengan video akan cukup efektif.

2.      Kekuatan pedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis dilihat dari prisma konsep teoritis karena memang teori merupakan sesuatu yang praktis (Danim, 2010, h. 103)
Ketika saya bertindak sebagai pengajar pada proses ini, melalui pengetahuan dari teori perkembangan mengenai anak-anak dan perkembangan pada aspek kognitif, afektif, dan konatifnya, saya memiliki teori yang cukup untuk dapat memilah dan memilij kata-kata dan tindakan apa saja yang harus saya lakukan dalam mengajar kepada mereka. Dengan adanya bekal dari teori tersebut, saya jadi mengetahui bahwa saya harus menggunakan kata-kata yang sederhana agar mudah dimengerti. Juga kata-kata yang bersifat tidak abstrak dalam menggunakan contoh-contoh karena masih terbatasnya kemampuan pada masa anak-anak. Dengan melakukan hal-hal yang didasari dari teori yang ada tersebut, membuat pembelajaran bagi saya lebih praktis dan lebih efektif, sehingga pada proses pembelajaran, anak-anak yang saya ajarkan cukup memahami penjelasan dari saya.

3.      Beberapa alasan tidak semua guru dapat menimba pengalaman baru selama menjalani proses pembelajaran (Danim, 2010, h. 103).
Saya selaku pengajar pada saat proses pembelajaran berlangsungpun merasakan adanya kekurangan yang saya miliki sehingga saya tidak maksimal mendapatkan pengalaman-pengalaman dan pembelajaran pada saat proses pembelajaran berlangsung, di antaranya adalah :
a.      Informasi yang berlebihan
Menurut saya alasan ini tidak menghambat saya dalam menimba pengalaman baru karena informasi yang saya peroleh cukup dan tidak berlebihan karena ada banyak hal yang saya ketahui melalui teori-teori tentang perkembangan pada masa anak-anak yang sesuai dengan yang saya dapatkan di lapangan.
b.      Kurangnya waktu untuk berbagi pengetahuan
Dengan keterbatasan waktu yang saya, kelompok, dan anak-anak miliki, membuat kami khususnya saya kurang mengeksplor beberapa hal yang harusnya bisa memberikan tambahan pengetahuan mengenai bagaimana cara menghadapi anak-anak. Karena pembagian tugas yang harus merata antar anggota kelompok, maka saya tidak bisa full dalam berinteraksi dengan anak-anak. Hal ini menurut saya cukup membatasi diri saya dalam mengumpulkan pengalaman-pengalaman yang bisa saya ambil dari proses pembelajaran kemarin, meski demikian saya tetap mencoba memaksimalkan diri saya mengumpulkan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan mengenai anak-anak selama proses berlangsung.
c.       Tidak menggunakan teknologi untuk berbagi pengetahuan secara efektif
Menurut saya, kami selaku kelompok yang bertugas mengajar telah melakukan hal yang optimal dalam penggunaan teknologi dalam proses pengajaran sehingga alasan ini menurut saya tidak menjadi penyebab terhambatnya pengumpulan pengalaman untuk saya.
d.      Kesulitan menangkap pengetahuan yang diperoleh
Pada saat proses pembelajaran berlangsung, mungkin banyak hal yang bisa saya jadikan pengetahuan tambahan. Namun saya juga menyadari, dengan keterbatasan waktu, kemampuan, dan pengalaman yang saya miliki dalam berhadaan dengan anak-anak, membuat informasi-informasi yang saya dapatkan jadi lebih terbatas karena saya cukup banyak memberikan atensi kepada anak-anak dalam satu fokus saja.
e.       Adanya pengekangan terhadap kreativitas
Dengan beragamnya kepribadian pada anak-anak tersebut, ide-ide yang saya pikirkan sebelum proses berjalan yang ingin saya lakukan jadi terbatas karena harus disesuaikan dengan keadaan dan kemauan anak. Sehingga pengalaman yang saya dapatkan otomatis juga terbatas.

4.      Menurut Youth dan Lucas menjadi sangat penting bahwa profesi guru mengembangkan pendekatan sendiri untuk spesialisasi profesional di bidang pedagogi. Hallam dan Ireson menyarankan beberapa kerangka kerja yang dimungkinkan oleh guru untuk mengembangkan pendekatan sendiri untuk pedagogi (Danim, 2010, h. 104), yaitu :
a.      Pertimbangkan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
Dengan adanya pertimbangan tentang tujuan dari tiap sesi dari proses pembelajaran yang dilakukan, cukup mengarahkan diri saya dalam bertindak pada saat proses berlangsung. Sehingga terkadang apabila beberapa kejadian terjadi di luar perkiraan awal, misalnya seperti respon dari anak yang tidak seperti diharapkan, saya mencoba mencari ide lain guna membuat tujuan awal dari proses pembelajaran tersebut tidak benar-benar gagal.
b.      Pengetahuan tentang teori belajar
Di semester sebelumnya saya telah mengetahui banyak teori belajar yang ada, dan dari situlah dasar saya juga melakukan proses belajar. Tiap pertemuan pastinya memberikan saya informasi baru tentang anak sehingga lebih mempermudah saya mengetahui cara-cara ‘menjinakkan’ mereka agar tidak banyak ‘bertingkah’ dengan menghindari hal-hal yang menurut saya mungkin tidak mereka sukai dan melakukan hal yang menurut saya mungkin dapat membuat mereka bisa diajak bekerja sama dengan baik dalam proses pembelajaran tersebut.
c.       Pengetahuan tentang konsep-konsep yang berbeda dari mengajar
Tiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda sehingga metode mengajarpun pastinya akan berbeda-beda apabila ingin semua proses dapat optimal disampaikan untuk anak-anak. Kebetulan di proses pembelajaran kelompok saya mempunyai pembagian yang adil dalam menangani anak. Tiap anak mempunyai 1 orang kakak pendamping dalam tiap proses tersebut. Dengan bermodalkan pengetahuan dari tiap pertemuan dengan anak, maka itu menjadi modal untuk saya mendekati mereka dan mengajarkan mereka dengan konsep-konsep yang disesuaikan dengan tipe mereka. Meskipun kenyataannya tidak semua anak bisa saya taklukan sesuai dengan konsep yang saya gunakan.
d.      Pengetahuan tentang model pembelajaran dan konsep dinamis karakteristik siswa, lingkungan, proses pengajaran, dan jenis pembelajaran
Hampir sama dengan poin-poin sebelumnya, dengan bermodalkan proses belajar yang saya dapatkan mengenai anak-anak tersebut di setiap pertemuan membuat saya lebih mudah untuk mencoba berdaptasi dengan cara-cara apa untuk membuat mereka lebih mudah menerima pembelajaran, dan hal ini yang terkadang membuat saya mau tidak mau memodifikasi cara mengajar saya agar mereka tidak menolak saya pada saat mengajar.
e.       Memahami bagaimana pedagogi dapat dioperasionalkan di dalam kelas
Sebenarnya saya masih kurang memahami pedagogi secara konsep yang mendalam. Namun dari pengetahuan-pengetahuan dasar saya tentang pedagogi, memberikan saya bekal sedikit untuk menerapkannya pada saat proses pembelajaran sehingga saya harus cukup bersabar dalam berinteraksi dengan anak-anak agar konsep pedagogi tersebut dapat saya jalankan. Saya harus benar-benar membuat anak dekat dengan saya terlebih dahulu agar dia mau menuruti yang saya katakan sehingga saya bisa menuntun mereka untuk dapat melakukan proses pembelajaran yang kelompok lakukan.
f.       Pengetahuan dan keterampilan untuk mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori yang berkaitan dengan pendidikan
Ketika proses pembelajaran telah selesai dan saya beserta kelompok harus menuliskan laporannya, saya pada akhirnya melakukan evaluasi mengenai proses yang kami lakukan dengan beberapa teori yang ada. Sehingga dengan adanya evaluasi ini, mungkin kedepannya saat saya harus menghadapi anak-anak dalam mengajar, saya jadi mengetahui pendekatan seperti apa yang tepat untuk saya lakukan pada anak-anak.

5.      Konten pedagogi mengacu pada keterampilan pedagogis yang guru gunakan untuk menanamkan pengetahuan khusus atau isi kurikulum kepada siswa (Danim, 2010, h. 108)

Karena proses pembelajaran yang dilakukan adalah berhubungan dengan anak-anak dan konsep pedagogi, maka secara otomatis pendekatan yang saya lakukan juga berunsurkan pedagogi. Dengan adanya modal awal pada diri saya tentang konsep dasar pedagogi, maka saya mencoba mengajarkan anak dengan cara yang sesuai dengan konsep pedagogi, di mana saya berusaha menuntun anak dalam tiap proses pembelajaran yang dilaluinya dengan cara yang mudah mereka mengerti. Sehingga dengan menggunakan konsep pedagogi dalam melaksanakan proses pembelajaran kemarin, maka ketika dievaluasipun, konten pedagogi dalam aktivitas selama proses pedagogis yang saya lakukan menurut saya cukup banyak dan tampak.

Beginilah analisis yang mampu saya lakukan. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya (^,^)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Analisis Tentang Pedagogi Teoritis dan Prinsip-Prinsip Pedagogis

Pedagogi tidak hanya berkutat pada ilmu dan seni mengajar, melainkan ada hubungannya dengan pembentukan generasi baru. Artinya, ada pengaruh pendidikan sebagai sistem yang bermuara pada pengembangan individu atau peserta didik. Pedagogi juga bermakna ilmu pendidikan atau ilmu pengajaran.

Selain istilah pedagogi, ada istilah pedagogis yang merupakan kata sifat dari istilah sebelumnya. Istilah pedagogis juga bermakna sebagai salah satu proses studi pedagogi, merupakan makna bersifat mendidik, dan jika dimaknai lebih luas yaitu sadar terhadap arah tujuan dan ciri dasar pada proses pedagogi.

Dalam kerangka analisis, proses pedagogis menjadi penting untuk mempertimbangkan beberapa prinsip yang memandu proses pedagogis itu, seperti yang disorot oleh Fatima Addine. Menurut Addine, ada beberapa prinsip pedagogis.

Nah, di sini saya akan mencoba melakukan sedikit analisis berdasarkan prinsip-prinsip yang dipaparkan oleh Mbak Addine J

Pertama, kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses pedagogis, yang menyoroti bahwa setiap proses pedagogis harus terstruktur berdasarkan temuan yang paling maju di bidang sains kontemporer dan dalam korespondensi total dengan ideologi kita.

Maksudnya apa ???

Menurut saya, secara praktisnya kita bisa tinjau di kehidupan sekolah, misalnya TK. TK itu sendiri adalah tingkatan awal untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, yaitu SD. Nah, ideologi dari TK itu sendiri adalah menjadi wadah yang mampu ‘mencetak’ murid-muridnya untuk masuk ke SD dengan modal yang cukup. Kalau sekarang modalnya itu seperti bisa mengenal dan menuliskan huruf, angka, dan pengetahuan-pengetahuan dasar lainnya. Dengan demikian, setiap konten yang dipelajari selama TK tersebut berisi hal-hal yang mengarah pada bagaimana caranya membuat anak-anak tersebut mampu mengenal dan menuliskan huruf serta angka, agar mereka bisa lulus untuk memasuki SD yang diinginkan. Apalagi mengingat sekarang masuk SD juga harus lulus tes -_- kebetulan keponakan saya juga bernasib seperti itu #curhat

Oke balik ke topik lagi, perkembangan teknologi zaman sekarang benar-benar lagi pesat-pesatnya, jadi otomatis metode pengajaran yang dilakukan oleh guru-guru juga akan lebih dikembangkan lagi sesuai dengan tuntutan zaman dan temuan-temuan paling maju. Kalau dulu mungkin guru TK mengajar cuma sekadar belajar sambil bermain, melatih motorik halus maupun kasar anak, sekarang tuntutannya udah upgrade jadi harus kenal dan bisa menulis angka dan huruf. Kalau dulu mungkin memperkenalkan angka dan huruf juga sudah ada tapi niatnya untuk memperkenalkan saja bukan mutlak si anak harus hafal terus bisa menuliskannya, dan masih memakai alat seperti papan tulis, terus gurunya menyebutkan angka atau huruf yang ditulisnya di papan tulis atau kertas yang isinya huruf-huruf atau angka-angka terus ditempelin di papan tulis, kemudian menggunakan penggaris panjang yang terbuat dari kayu warna coklat tunjuk-tunjuk ke arah huruf yang mau diperkenalkan ke anak-anak, nah sekarang zamannya sudah gaul, sudah tidak menggunakan metode itu lagi, sekarang modalnya sudah pakai infocus, laptop, yang ditampilkan ya video alphabeth atau angka yang mungkin sebelumnya sudah di-download dari Y**t*** (dilarang sebut merek, bukan sponsor #lol) Hahahaha. Agak ribet sih saya menjelaskannya. Tapi ya saya sekadar menjelaskan dengan metode yang saya kaitkan dengan pengalaman saya dulu dan pengalaman keponakan saya di zaman sekarang #curhatlagi

Lanjut ke prinsip kedua, merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan, dan perkembangan proses, karena didasarkan pada kesatuan dialektis antara pendidikan dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umumnya. Di sini, pendidikan dan pengajaran tidak dapat dipertukarkan, namun saling melengkapi.

Bingung dengan bahasanya ??? Oke saya coba untuk menganalisisnya dengan metode #curhat saya lagi.

Ketika saya duduk di bangku SMA misalnya, sekitar 7 tahun yang lalu mungkin ya -_- nah saya menempuh pendidikan saya selama 3 tahun. Selama pendidikan tersebut saya lakukan, saya diharuskan menjalani proses pengajaran yang sesuai dengan kurikulum SMA yang diberlakukan sekolah saya. Bingung dengan kata pendidikan dan pengajaran apa bedanya ? Saya sudah buka KBBI dan kata KBBI, pendidikan itu adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang melalui upaya pengajaran. Nah pengajaran sendiri artinya proses atau perbuatan yang bertujuan supaya orang mendapatkan pengetahuan. Jadi, dari definisi tersebut jelas kalau pendidikan dan pengajaran berbeda tapi saling terkait. Jadi dengan pendidikan melalui proses pengajaran yang baik, maka saya akan mencapai suatu titik di mana saya memperoleh jaminan pengembangan pribadi, misalnya seperti modal untuk masuk perguruan tinggi ataupun pekerjaan. Titik terakhir itulah yang menjadi tujuan kegiatan pembangunan.

Prinsip ketiga disebutkan oleh Mbak Addine yaitu domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering (?)

Apa lagi ini -_______- saya akan mencoba menganalisisnya kembali (masih) dengan metode #curhat saya

Jadi sebenarnya kalimat di atas menyiratkan bahwa harus terstruktur berdasarkan berdasarkan kesatuan dan hubungan antara kondisi manusia. Sederhana begini, apa yang saya ketahui tentang lingkungan sekitar saya, tentang diri saya, di waktu yang bersamaan perasaan dan tindakan saya akan terpengaruh oleh lingkungan tersebut. Berarti kalau yang saya tangkap dari penjelasan yang saya buat tadi, pengetahuan mempengaruhi perasaan dan tindakan. Kognitif mempengaruhi afektif dan konatif. Semoga saja ini benar dan se-simple ini.

Akhirnya sampailah ke prinsip yang terakhir, di mana dikatakan bahwa masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait satu sama lain.

Prinsip ini se-simple misalnya sehari-hari di zaman SMA dulu #tetapcurhat, saya sekolah di SMA yang sistemnya boarding school. Aktivitas yang saya lakukan hampir di setiap harinya adalah bangun subuh – bersiap ke sekolah – belajar dari pagi sampai malam – balik ke asrama – tidur. Dan selama di SMA, komunikasi yang saya lakukan sebagian besar adalah dengan para penghuni sekolah, baik itu siswa-siswanya, guru, atau pegawai sekolah. Nah dengan aktivitas dan yang rutin seperti itu selama 3 tahun dan terus melakukan komunikasi dengan orang-orang yang berkecimpung (?) di dunia akademisi, maka kepribadian saya secara alami terbentuk karena hal-hal tersebut. Saya jadi cenderung lebih disiplin dalam melakukan aktivitas pendidikan. Intinya sih kalau menurut saya lebih kepada kepribadian itu sebenarnya sangat terkait dengan bagaimana aktivitas dan komunikasi kita di keseharian kita.

Jadi demikianlah singkatnya analisis saya mengenai pedagogi, pedagogis, dan prinsip-prinsipnya – yang di buku Prof. Dr. Sudarwan Danim – referensinya diambil dari tesis Mbak Fatima Addine. Semoga bermanfaat ^^





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, 05 April 2014

Laporan Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Pedagogi

Kelompok 8 :
101301069 Zuhrati Desiana
101301088 Aprilia Windy
101301094 Ade Yunika
101301119 Efrianty Shaila

LAPORAN PROSES PEMBELAJARAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEDAGOGI

I.     Latar Belakang Rancangan Pembelajaran

Menurut Montessori (Hurlock, 1978) anak usia 3-6 tahun adalah anak yang sedang berada dalam periode sensitif atau masa peka, yaitu suatu periode di mana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Menurut Hurlock (dalam  Sujiono  dan Sujiono, 2005) usia  3-5 tahun merupakan masa bermain. Karya seni menguntungkan semua aspek perkembangan anak. Saat anak menggambar, melukis, dan membuat potongan kertas, mereka bereksperimen dengan warna, garis, bentuk, dan ukuran. Anak-anak menggunakan cat, bahan-bahan, dan kapur untuk membuat pilihan, mencoba ide, rencana, dan eksperimen. Menurut Widarni (2008:3.12) para ahli teori perkembangan sependapat bahwa usia 0-6 tahun merupakan  the golden age (masa emas) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulang, perkembangan yang terjadi di masa awal cenderung permanen dan mempengaruhi sikap serta perilaku anak sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, kelompok memilih anak-anak usia empat tahun. Di mana masa ini adalah masa emas anak-anak dalam perkembangannya, baik itu dari segi perkembangan bahasa atau kognitifnya. Dan di masa ini juga, anak-anak melakukan eksperimen dalam hal bentuk dan mencari kata-kata baru yang belum mereka ketahui. Sehingga kelompok memilih tema ‘Bermain sambil Belajar’. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu bermain clay craft, bernyanyi bersama, story telling, berkenalan dengan jenis buah-buahan, mewarnai, dan menonton video alphabet.

Dalam proses pedagogis, kelompok menggunakan beberapa prinsip-prinsip pedagogis menurut Addine (2001) di antaranya adalah mengkombinasikan karakter kolektif dan saling terkaitnya satu sama lain antara subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian. Pada prinsip mengkombinasikan karakter kolektif, proses pedagogis ini terjadi pada konteks sekelompok orang yang dikumpulkan sesuai dengan kriteria yang berbeda dan mengadopsi karekteristik tertentu dimana setiap anggotanya memiliki kekhususan unik yang membedakan diri mereka dengan yang lain. Dan prinsip yang terakhir adalah saling terkait satu sama lain antara subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian. Contohnya, aspek kepribadian dibentuk serta dikembangkan atas aktivitas dan melalui proses komunikasi. Di mana kelompok meminta pada setiap anak untuk menceritakan aktivitasnya sehari-hari yang bertujuan untuk melatih keberanian anak untuk bercerita di depan orang lain.

Di sini kelompok memilih anak-anak yang berjumlah 3 orang. Kelompok mengajak anak-anak tersebut untuk ikut bergabung dengan kegiatan yang akan dilakukan kelompok dengan anak-anak melalui orangtuanya. Anak-anak tersebut ada yang sudah masuk ke sekolah dan ada yang belum. Satu orang anak yang kami ajak sudah masuk sekolah TK, sedangkan yang dua lagi belum masuk sekolah TK dan masih beraktivitas di rumah.

Kelompok akan melakukan kegiatan tersebut dengan jumlah pertemuan sebanyak tiga kali dengan durasi 60-75 menit setiap pertemuan. Kelompok melakukan kegiatan ini pada hari Rabu dan Jumat. Kelompok akan melakukan kegiatan ini di tempat yang sudah disediakan oleh salah satu orang tua dari peserta/anak-anak tersebut. Tempat tersebut berada di dalam ruangan yaitu in door. Ruang tersebut kira-kira 10 m x 5 m dan terdapt kipas angin, serta televisi. 

II.  Konsep Rancangan Pembelajaran
A.    Pembagian Sekuen Pembelajaran
1.      Pertemuan I
a.       Pendahuluan dan Perkenalan
-          Perkenalan anggota kelompok kepada anak-anak
Durasi : 5 menit
Tiap anggota memperkenalkan diri kepada anak-anak agar hubungan yang terjalin antara anak-anak dan anggota kelompok menjadi lebih dekat karena sudah saling mengenal.
-          Perkenalan tiap-tiap anak
Durasi : 10 menit
Setiap anak diminta untuk memperkenalkan dirinya dan menceritakan beberapa hal tentang dirinya, misalnya usia, sekolah (jika sudah sekolah), hobi, dan cita-cita anak. Hal ini bertujuan agar masing-masing anak serta kelompok saling mengenal dan mengetahui tentang anak tersebut. Dan juga untuk melatih verbal anak.
-          Bernyanyi bersama anak-anak
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok akan mengajak anak-anak untuk menyanyikan satu atau dua buah lagu anak-anak yang diketahui oleh semuanya. Hal ini bertujuan untuk membuat suasana lebih santai dan anak-anak dapat lebih dekat dengan kelompok.
b.      Inti
-          Memperkenalkan jenis-jenis buah
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan menunjukkan beberapa jenis buah-buahan yang sering dijumpai, seperti jeruk, tomat, pisang. Selain itu, kelompok juga akan menunjukkan beberapa gambar buah-buahan. Hal ini bertujuan untuk membuat anak-anak mengetahui nama buah-buahan yang sering dijumpai di sekitar kita.
-          Belajar mewarnai beberapa macam buah
Durasi : 20 menit
Anggota kelompok akan membagikan beberapa buah gambar buah-buahan dan meminta anak-anak untuk mewarnai gambar-gambar tersebut. Sebelum menggambar, anggota kelompok akan menanyakan kepada anak nama dari buah yang ada di gambar tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak telah mengetahui nama-nama buah yang telah diperkenalkan sebelumnya dan mengenalkan kepada anak-anak beberapa nama warna yang sesuai dengan buah yang ada di gambar. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk melatih motorik halus anak.
c.       Penutup
-          Makan buah bersama anak-anak
Durasi : 5 menit
Buah-buahan yang sebelumnya ditunjukkan kepada anak-anak untuk memperkenalkan nama buah-buahan, dibagikan kepada anak-anak dan dimakan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk membuat hubungan anak-anak dan kelompok semakin dekat lagi.
-          Penutupan kegiatan
Durasi : 5 menit
Kelompok memberitahukan kepada anak-anak mengenai jadwal pertemuan selanjutnya. Kelompok mengucapkan terima kasih kepada anak-anak karena mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam, kegiatan pada pertemuan pertama selesai.
2.      Pertemuan II
a.       Pendahuluan
-          Pembukaan kegiatan
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok mengucapkan salam pembukaan dan menyapa anak-anak yang siap untuk mengikuti kegiatan.
-          Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak
Durasi : 10 menit
Anak-anak diminta untuk menceritakan aktivitas mereka di hari tersebut mulai dari bangun tidur hingga sampai ke lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian anak-anak untuk bercerita di depan orang lain dan juga sebagai cara untuk membuat anak-anak dan kelompok lebih akrab lagi.
b.      Inti
-          Bermain clay craft
Durasi : 20 menit
Anak-anak akan dibagikan clay craft oleh anggota kelompok. Anak akan dikenalkan beberapa nama warna sesuai dengan warna clay craft tersebut sekaligus menambah pengetahuan mengenai nama-nama warna yang sudah diajarkan pada pertemuan pertama. Kemudian, anak juga akan diminta untuk membuat bentuk apapun yang mereka inginkan menggunakan clay craft masing-masing kemudian menjelaskan bentuk apa yang mereka buat. Hal ini bertujuan untuk mengasah motorik pada anak dan juga melatih keberanian dan kemampuan verbal anak. Bagi anak yang telah menjelaskan hasil karyanya akan diberikan reward berupa permen.
-          Story telling
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan menceritakan sebuah dongeng/cerita rakyat kepada anak-anak.
-          Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan.
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan cerita yang telah diceritakan sebelumnya. Bagi anak yang dapat menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa permen.
c.       Penutup
-          Penutupan acara
Durasi : 5 menit
Kelompok memberitahukan kepada anak-anak mengenai jadwal pertemuan selanjutnya. Kelompok mengucapkan terima kasih kepada anak-anak karena masih berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam, kegiatan pada pertemuan ke dua selesai.
3.      Pertemuan III
a.       Pendahuluan
-          Pembukaan kegiatan
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok mengucapkan salam pembukaan dan menyapa anak-anak yang siap untuk mengikuti kegiatan.
-          Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak
Durasi : 10 menit
Anak-anak diminta untuk menceritakan aktivitas mereka di hari tersebut mulai dari bangun tidur hingga sampai ke lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian anak-anak untuk bercerita di depan orang lain dan juga sebagai cara untuk membuat anak-anak dan kelompok lebih akrab lagi.
b.      Inti
-          Story telling
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan menceritakan sebuah dongeng/cerita rakyat yang berbeda dari cerita di pertemuan sebelumnya kepada anak-anak.
-          Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan cerita yang telah diceritakan sebelumnya. Bagi anak yang dapat menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa permen.
-          Menampilkan video alphabeth
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan menampilkan video tentang alphabeth kepada anak-anak. Setelah menampilkan video, anggota kelompok akan menuntun anak-anak untuk mengulang kembali lagu yang ada di video tersebut secara perlahan dan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan huruf-huruf, sekaligus sebagai hiburan bagi anak-anak karena dilakukan sambil bernyanyi dan menonton video.
c.       Penutup
-          Bertanya tentang kesan kepada anak-anak
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan menanyakan kepada masing-masing anak mengenai kesan yang dirasakan anak-anak dengan kegiatan bersama kelompok sejak pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. Hal ini bertujuan untuk melatih verbal anak, memberikan kesempatan bagi anak untuk memberikan pendapatnya, dan sebagai feedback dari anak-anak bagi kelompok dari hasil kegiatan yang dilakukan kelompok.
-          Memberikan kenang-kenangan untuk anak-anak
Durasi : 5 menit
Kelompok membagikan kenang-kenangan berupa bingkisan sederhana sebagai ucapan terima kasih kelompok untuk anak-anak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
-          Penutupan acara
Durasi : 5 menit
Kelompok mengucapkan terima kasih kepada anak-anak karena telah berpartisipasi dalam kegiatan ini selama tiga kali. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam dan saling bersalam-salaman antara kelompok dan anak-anak, dan kegiatan pada pertemuan ke tiga selesai.


B.     Pembagian Tugas Kelompok
1.      Pertemuan I
-Perkenalan anggota kelompok kepada anak-anak dan Perkenalan tiap-tiap anak : Aprilia Windy
- Bernyanyi bersama anak-anak : Ade Yunika
-Memperkenalkan jenis-jenis buah dan Belajar mewarnai beberapa macam buah : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Shaila mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Makan buah bersama anak-anak : Ade Yunika
-Penutupan kegiatan : Aprilia Windy
-Observer : Zuhrati Desiana
2.      Pertemuan II
-Pembukaan kegiatan dan Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak : Zuhrati Desiana
-Bermain clay craft : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Efrianty mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Story telling dan Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan : Aprilia Windy¸ dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Aprilia mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Penutupan acara : Zuhrati Desiana
-Observer : Ade Yunika
3.      Pertemuan III
-Pembukaan kegiatan dan Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak : Ade Yunika
-Story telling dan Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan : Zuhrati Desiana, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Desi mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung.
-Menampilkan video alphabeth : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Shaila mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung dan menjadi operator laptop.
-Bertanya tentang kesan kepada anak-anak : Ade Yunika
- Memberikan kenang-kenangan untuk anak-anak : Seluruh anggota kelompok
-Penutupan acara : Ade Yunika
-Observer : Aprilia Windy

C.    Alat Bantu yang Digunakan
1.      Pertemuan I
-          Gambar buah-buahan
-          Pensil warna/ Krayon
-          Kertas HVS bergambar buah-buahan
2.      Pertemuan II
-          Clay craft
-          Buku cerita dongeng/ cerita rakyat
3.      Pertemuan III
-          Buku cerita dongeng/ cerita rakyat
-          Laptop

III.    Proses Pembelajaran
A.    Skenario
1.      Pertemuan I

Pertemuan awal akan dibuka oleh Aprilia saat semua anak telah berkumpul di dalam ruangan yang sudah disepakati sebelumnya bersama para orang tua. Kegiatan akan dibuka dengan salam pembuka sebagai berikut :

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi adik-adik semuanya. Apa kabar? Sehat kan? Hari ini, kakak-kakak di sini akan mengajak kalian semua bermain dan belajar bersama-sama. Nah, sebelum kita mulai kegiatan kita, sebelumnya kakak akan memperkenalkan diri kakak dan teman-teman kakak ke kalian supaya kita semua saling mengenal. Setelah kami memperkenalkan diri, nanti gantian ya kakak minta kalian yang memperkenalkan diri kalian. Bisa ?”

Setelah kesepakatan dibuat, maka Aprilia akan memimpin sesi perkenalan tiap anggota kepada masing-masing anak. Setiap anggota kelompok yang disebutkan namanya oleh Aprilia akan memperkenalkan diri berupa nama panggilan untuk memudahkan anak untuk mengenal dan memanggil nama anggota kelompok.

Kemudian tiap anak diminta untuk memperkenalkan dirinya dengan berdiri di depan teman-temannya dengan menyebutkan nama, usia, sekolah, hobi, cita-cita, serta apapun yang ingin anak tersebut perkenalkan, misalnya jumlah saudara atau aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Aprilia akan mewakili kelompok untuk meminta tiap-tiap anak untuk memperkenalkan diri sebagai berikut :

Nah, sekarang giliran adik-adik ya yang memperkenalkan diri. Ayo coba mulai dari yang paling kanan kakak, ayo berdiri dan maju ke depan untuk menyebutkan nama, umur, atau apapun tentang diri kalian”.

Setelah acara perkenalan selesai, Ade akan mengajak seluruh anak untuk bernyanyi. Sebelumnya, Ade akan menanyakan terlebih dahulu lagu apa yang mereka ketahui. Misalnya lagu balonku atau pelangi. Apabila sudah ditemukan 2 buah lagu yang hendak dinyanyikan, Ade akan mulai bernyanyi diikuti oleh seluruh anak dan juga anggota kelompok untuk memeriahkan suasana.  Kegiatan selanjutnya setelah bernyanyi adalah memperkenalkan jenis buah-buahan yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari misalnya pisang, jeruk, apel, tomat, dan sebagainya. Efrianty selaku pemimpin kegiatan pada sesi ini akan membagikan selebaran yang bergambarkan beberapa bentuk buah-buahan dan juga beberapa jenis buah sebagai contoh langsung dari jenis buah yang akan diperkenalkan kepada anak-anak. Selain memperkenalkan nama buah, anak-anak juga akan diperkenalkan warna dari buah tersebut. Kemudian Efrianty akan menginstruksikan anak-anak untuk mewarnai gambar-gambar buah pada kertas yang telah dibagikan sebelumnya. Sebelum kegiatan mewarnai dimulai, Aprilia dan Ade akan membagikan krayon sebagai alat bantu mewarnai kepada setiap anak. Dan Efrianty akan memberikan instruksi sebagai berikut :

"Adik-adik sudah mendapatkan krayon kan ? Nah dengan krayon itu, sekarang adik-adik bisa mewarnai gambar buah-buahan tadi. Warnai buah-buahnya sesuai dengan warna buah tersebut. Nanti kalau bingung, kalian bisa tanya ke kakak ya. Ayo di mulai..”

Setelah semua anak selesai mewarnai, seluruh kertas akan dikumpulkan oleh anggota kelompok. Kemudian Ade akan mengajak anak-anak untuk makan buah-buahan yang tadi digunakan untuk mengenalkan jenis buah-buahan bersama seluruh anggota kelompok. Selama kegiatan ini, seluruh anggota kelompok akan membantu anak-anak untuk membuka kulit buah ataupun menyuapi anak-anak agar anggota kelompok dapat semakin akrab dengan anak. Setelah selesai makan buah-buahan, Aprilia akan memberitahukan kepada seluruh anak bahwa kegiatan di pertemuan pertama telah selesai dan memberitahukan tentang jadwal pertemuan selanjutnya. Kemudian kegiatan hari pertama ditutup dengan salam penutup.

2.      Pertemuan II
Ketika semua anak telah berkumpul, Zuhrati akan membuka kegiatan hari tersebut dengan salam pembuka dan meminta anak untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan di hari tersebut.

"Assalamualaikum adik-adik semuanya, selamat pagi. Semuanya sehat kan? Akhirnya kita ketemu lagi. Masih ingat dengan kakak-kakak ini kan ? Nah hari ini, kami akan mengajak adik-adik semuanya untuk bermain dan belajar seperti kemarin. Tapi sebelumnya, kakak minta kalian satu persatu untuk menceritakan apa saja yang kalian lakukan hari ini. Kalau semuanya sudah bercerita, baru deh kita mulai untuk belajarnya lagi. Oke.. Ayo di mulai dari yang paling ujung dulu ayo sini maju ke samping kakak dan ceritakan di depan teman-temannya apa saja yang kamu lakukan hari ini..”

Selanjutnya, Efrianty akan membagikan clay craft kepada setiap anak dan mempersilakan mereka untuk membuat apapun yang mereka inginkan dengan menggunakan clay craft tersebut. Masing-masing anak akan didampingi oleh satu anggota kelompok yang bertugas untuk mengarahkan atau membantu anak dalam membentuk hal yang ingin dibuat. Setelahnya kegiatan dipimpin oleh Aprilia yaitu menceritakan sebuah dongeng tentang hewan dari sebuah buku dongeng yang telah disediakan oleh kelompok. Anak-anak akan diminta untuk duduk melingkar agar mempermudah mereka mendengar dan melihat gambar dari cerita yang dibacakan oleh Aprilia. Setelah kegiatan selesai, anak-anak akan diberikan kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Aprilia mengenai cerita yang dibacakan sebelumnya. Bagi anak yang menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa makanan ringan untuk anak tersebut. Berikut ini instruksi yang disampaikan Aprilia kepada anak-anak pada saat sesi tanya jawab :

"Sekarang, kakak akan kasih beberapa pertanyaan tentang cerita yang tadi kakak bacain buat kalian. Siapa yang bisa jawab nanti tunjuk tangan ya. Yang berani menjawab nanti akan kami kasih hadiah. Jadi kalian harus menjawab supaya dapat hadiahnya. Pertanyaan yang kakak kasih ga akan susah. Kakak yakin kalian pasti bisa jawab. Oke kakak mulai ya, kalian siap-siap untuk tunjuk tangan..”

Setelah sesi tanya jawab dan pemberian reward selesai, Zuhrati memberitahukan kepada seluruh anak bahwa kegiatan di pertemuan hari tersebut telah selesai, dilanjutkan dengan pemberitahuan tentang jadwal pertemuan selanjutnya. Kegiatan hari kedua ditutup dengan salam penutup.

3.      Pertemuan III
Apabila semua anak telah berkumpul, sama seperti pertemuan sebelumnya, Ade akan membuka kegiatan hari tersebut dengan salam pembuka dan meminta anak untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan di hari tersebut.

"Assalamualaikum adik-adik semuanya, selamat pagi. Semuanya sehat kan? Akhirnya kita ketemu lagi. Masih ingat dengan kakak-kakak ini kan ? Nah hari ini, kami akan mengajak adik-adik semuanya untuk bermain dan belajar seperti kemarin. Tapi sebelumnya, kakak minta kalian satu persatu untuk menceritakan apa saja yang kalian lakukan hari ini. Kalau semuanya sudah bercerita, baru deh kita mulai untuk belajarnya lagi. Oke.. Ayo di mulai dari yang paling ujung dulu ayo sini maju ke samping kakak dan ceritakan di depan teman-temannya apa saja yang kamu lakukan hari ini..”

Selanjutnya kegiatan dipimpin oleh Zuhrati yaitu menceritakan sebuah dongeng yag berbeda dari cerita sebelumnya tentang hewan. Anak-anak akan diminta untuk duduk melingkar agar mempermudah mereka mendengar dan melihat gambar dari cerita yang dibacakan oleh Zuhrati. Setelah kegiatan selesai, seperti pertemuan sebelumnya juga, anak-anak akan diberikan kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Zuhrati mengenai cerita yang dibacakan sebelumnya. Bagi anak yang menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa makanan ringan untuk anak tersebut.

Kemudian, Efrianty akan memutarkan sebuah video mengenai huruf alphabeth. Zuhrati akan membantu Efrianty dalam memperkenalkan huruf-huruf kepada anak, sedangkan Ade akan menjadi operator laptop selama sesi ini berjalan. Setelah selesai, Ade akan menanyakan kesan-kesan tentang perasaan yang dirasakan semua anak dengan kegiatan yang kelompok lakukan selama beberapa hari ini, sebagai berikut :

"Nah, acara kita hari ini sudah selesai, sebelum kita pulang, kakak mau tanya ke kalian semua tentang belajar dan bermain kita. Ayo siapa yang mau ngomong, tunjuk tangannya. Siapa duluan yang bicara di depan. Kalian senang ga dengan kakak-kakak ? Suka ga dengan belajar sama kakak-kakak ? Kemarin kan kita udah mewarnai, udah baca cerita, udah dapat hadiah, udah main bentuk-bentuk lilin, tadi juga udah nonton kan, kalian senang ga ? Ayo siapa yang mau maju..”

Setelah mendengar semua kesan-kesan yang disampaikan seluruh anak, kelompok akan membagikan kenang-kenangan kepada masing-masing anak. Dan kegiatan ditutup oleh Ade dengan mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang telah menghabiskan beberapa waktu bersama kelompok untuk belajar dan bermain bersama. Di akhir kegiatan, Ade mengucapkan salam penutup dan saling bersalam-salaman antara kelompok dan anak-anak. Kegiatanpun selesai.

B.     Objek Observasi
1.      Pertemuan I
Ketika kelompok tiba di lokasi, terlihat sudah ada 1 orang anak yang datang bernama Abror. Abror masih tampak malu-malu saat kelompok mengajaknya berkenalan. Namun setelah mengajaknya berbicara beberapa kali, Abrorpun mulai mendekatkan jaraknya dengan kelompok dan mau diajak untuk berkenalan dan saling mengobrol. Sekitar 10 menit kemudian, 2 orang anak lainnya yaitu Fadhil dan Asya juga tiba di lokasi. Sama seperti Abror, Fadhil dan Asya awalnya juga masih malu-malu jika diajak untuk berkenalan maupun berbicara.

Karena seluruh anak telah tiba, maka kegiatanpun dimulai. Aprilia membuka kegiatan dengan salam dan perkenalan singkat dari masing-masing anggota kelompok kepada anak-anak. Kemudian Aprilia melanjutkan dengan meminta anak-anak untuk mengenalkan diri mereka satu persatu. Karena masih malu-malu, awalnya mereka hanya memperkenalkan nama saja. Harus ditanyakan terlebih dahulu, baru mereka mau menjawab pertanyaan tentang mereka. Misalnya tentang usia, atau kegiatan apa yang mereka lakukan. Saat Ade mengajak mereka bernyanyi, akhirnya diputuskan hanya lagu balonku yang dinyanyikan dan saat itu mulai tampak bahwa anak-anak sudah cukup nyaman dengan kelompok. Hal ini ditandai dengan semakin dekatnya jarak duduk antara anak dan anggota kelompok. Awalnya mereka duduk agak jauh dari anggota kelompok namun lama kelamaan jaraknya semakin dekat bahkan Fadhil sempat bersandar dengan Ade. Dari semua anak, Fadhilpun tampak lebih mudah akrab dan banyak bicara dibandingkan Abror dan Asya.

Saat kelompok berbicara, anak-anak juga telah melakukan kontak mata ketika mendengarkan instruksi ataupun penjelasan yang disampaikan. Anak-anak juga antusias dalam menyebutkan nama-nama buah yang ditunjukkan oleh Efrianty. Suara mereka keras saat menyebutkan nama-nama buah. Ketika mewarnai, Asya terlihat kalem sehingga Ade beberapa mulai mengajaknya berkomunikasi dengan menanyakan beberapa pertanyaan berkaitan dengan warna dan gambar. Fadhil lebih banyak berbicara saat mewarnai, menjelaskan warna apa saja yang diinginkannya untuk gambar-gambar tersebut. Misalnya warna daun hijau, warna apel merah. Abror juga banyak berbicara, dia didampingi oleh Efrianty dan sesekali tampak Efrianty membantunya menjelaskan nama-nama warna. Saat mendengarkan penjelasan, Efrianty menunjukkan warna di krayon dan Abror memperhatikannya dan melanjutkan kembali kegiatan mewarnainya.

Karena waktu untuk mewarnai cukup lama, kegiatan makan bersama tidak dilaksanakan. Aprilia langsung menutup kegiatan dengan bertanya apakah masih mau datang di pertemuan selanjutnya untuk belajar dan bermain bersama. Mereka serempak menjawab iya. Dan Aprilpun memberitahukan jadwal selanjutnya. Mengucapkan terima kasih atas kedatangan anak-anak, mengucapkan salam penutup, dan kegiatan di pertemuan pertamapun berakhir.

2.      Pertemuan II
Pada pertemuan kedua, anak-anak yang menjadi peserta sudah mulai mengenal kami. Sehingga mereka tidak begitu malu-malu seperti saat pertama jumpa. Pada saat pembukaan yang dilakukan oleh Zuhrati, anak-anak tersebut sudah duduk rapi dan bersiap mendengarkan. Saat memulainya, Zuhrati menggunakan kata-kata tepat dan kalimat yang pas. Misalnya seperti, ‘Selamat siang adik-adik. Apakah adik-adik sudah pada makan siang? Kontak mata yang dibangun oleh Zuhrati sudah cukup bagus namun ada beberapa adik-adik yang tidak terjalin kontak matanya dengan Zuhrati saat Zuhrati berbicara.

Pada saat bermainan clay craft yang dibawakan oleh Efrianty, ia mulai membangun kontak mata dengan anak-anak tersebut. Namun, tidak semua anak bisa ia jangkau. Sehingga, dua teman yang lain seperti Zuhrati dan Aprilia membantunya untuk menangani anak-anak tersebut. Apalagi saat menjelaskan bentuk yang akan dibuat, anak-anak tidak semuanya fokus dan memperhatikan ke depan. Sehingga, Efrianty mengarahkan adik-adik itu untuk mengikuti arahan yang dibantu oleh dua orang lainnya. Pada saat berbicara, pemilihan kata-kata cukup bagus namun terkadang tidak mengikuti tata bahasa Indonesia yang sesuai dengan EyD. Misalnya seperti, ‘Adik buat apa?’. Penggunaan body language lumayan bagus. Misalnya seperti, mimik wajah yang diperlihatkan. Anak-anak itu begitu antusias saat bermain clay craft. Hal ini terlihat saat anak-anak tersebut membuat kreasi sendiri-sendiri. Awalnya susah meminta anak-anak itu untuk fokus dan mengikuti arahan dari depan. Karena, mereka mencoba bermain dengan kreasi sendiri. Namun, setelah diajak untuk membuat hal yang mereka sukai, mereka langsung antusias dan mengikuti arahan di depan. Namun, tidak semua anak mengikuti arahan tersebut, sehingga Efrianty mendekati salah seorang anak untuk mengikuti arahan yang dibuatnya. Di antara mereka, ada yang membuat robot-robotan, pesawat, huruf, buah, dan sebagainya.

Pada saat story telling, anak tidak terlalu semangat dan antusias. Anak-anak tersebut mulai bosan. Sehingga, anak-anak diajak untuk melihat gambar yang ada di buku cerita terlebih dahulu untuk membuat mereka tertarik. Setelah diperlihatkan gambar oleh Aprilia , mereka pun mau mendengarkan cerita. Dipertengahan story telling, anak-anak terlihat bosan. Dan Aprilia tidak bisa menjangkau semua anak-anak tersebut untuk mendengarkan. Sehingga, Zuhrati mencoba untuk membujuk salah seorang anak yang sudah tidak mengikuti lagi kegiatan tersebut. Pada saat menceritakan tersebut, Aprilia tidak menggunakan bahasa yang ada di buku cerita, ia menggunakan bahasa sendiri dan membuat semenarik mungkin dan setepat mungkin membuat ekspresi yang pas dan intonasi suara yang pas. Untuk anak yang masih mendengarkan, anak tersebut sudah tidak sabar dengan kelanjutan ceritanya dan selalu mengatakan, ‘terus kak’. Saat sesi tanya jawab, anak tersebutlah yang paling banyak menjawab pertanyaan, sedangkan yang tidak terlalu menyimak hanya menjawab namun beberapa kali jawabannya salah.

Tibalah saat penutupan, Zuhrati mulai melakukan penutupan dengan mengajak anak-anak tersebut menceritakan tentang kegiatan yang mereka lakukan hari ini. Dan meminta setiap anak untuk menceritakannya. Pada saat menceritakan, anak-anak ada yang bisa menceritakan dan ada yang tidak. Dan pada saat penutupan tersebut, banyak tepuk tangan yang dilakukan untuk memberikan mereka semangat untuk terus belajar. Dan mengatakan, ‘bagus atau pintar’, untuk membuat mereka tetap semangat walau ada yang tidak bisa menceritakan sampai selesai kegiatan yang dilakukannya hari ini. Dan setelah itu, anak-anak mendapatkan reward untuk dibawa pulang.

3.      Pertemuan III
Pada pertemuan ketiga, anak-anak yang menjadi peserta sudah menegur kami terlebih dahulu. Saat pembukaan yang dilakukan oleh Ade , anak-anak sudah duduk rapi tidak sabar mengikuti kegiatan yang akan dilakukan. Dalam pemilihan kata-kata, Ade lumayan tepat dalam pemilihan kata-katanya dan kalimat yang digunakan juga dimengerti oleh anak-anak. Tangan dan badan Ade ikut digerakkan saat ia mulai menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. Dan saat bertanya kepada adik-adik, aktivitas apa yang sudah mereka lakukan sebelum datang.

Pada story telling yang dibawakan oleh Zuhrati, anak-anak antusias untuk mendengarkan. Tetapi, anak-anak tidak terlalu fokus dan anak-anak mengajak berbicara kakak-kakak yang lain. Dan kakak-kakak yang lain, mulai mengarahkan anak-anak tersebut untuk mendengarkan ceritanya. Dikarenakan anak-anak sudah mulai tidak mau mendengarkan, Zuhrati mulai mengganti cara berceritanya. Ia bercerita dengan menunjukkan gambar dan menceritakannya melalui gambar dan menggunakan bahasa sendiri, yang membuat anak-anak kembali mendengarkan cerita tersebut. Dan setelah cerita selesai, Zuhrati mengajukan kepada anak-anak untuk menjawab pertanyaan tersebut dan yang menjawab paling banyak mendapat banyak reward lebih banyak. Pada saat itu, anak-anak mulai antusias menjawab dan rebutan menjawab, yang awalnya malu-malu untuk menjawab pertanyaan.

Setelah story telling, dilanjutkan dengan menampilkan video alphabeth kepada anak-anak yang dibawakan oleh Efrianty. Pada awalnya, anak-anak antusias melihat, mendengar, dan mengucapkannya. Namun, ditengah-tengah video tersebut ada salah satu anak yang sudah bosan dan tidak mau melihat, mendengarkan, dan mengucapkannya. Anak tersebut melakukan aktivitas yang lain, yang membuatnya tidak bosan. Sehingga, Ade mencoba untuk membujukkan. Dikarenakan ada salah satu anak yang tidak mau mengikuti arahan, sehingga Efrianty mengubah cara belajarnya. Efrianty mencoba mengenalkan alphabeth sambil bermain dengan clay craft. Berdasarkan bentuk huruf yang dibuat dari lilin tersebut, anak-anak kembali mau belajar walau membuat mereka juga ikut membuat huruf tersebut. Pemilihan kata-kata yang digunakan sudah cukup tepat.

Pada saat penutupan, Ade meminta anak-anak tersebut untuk menceritakan apa yang mereka rasakan selama mengikuti kegiatan ini. Seperti salah seorang anak yang mengatakan,’senang’, saat melakukan kegiatan-kegiatan ini. Saat itu, Ade Yunika tidak bisa menjangkau mata semua anak-anak tersebut dan ketika ada salah seorang anak mengajaknya berbicara, Ade Yunika tidak dengar sehingga ia tidak membalas perbincangan anak tersebut. Sehingga, anak tersebut merajuk dan meminta untuk pulang. Efrianty dan Zuhrati coba membujuk adik itu untuk tidak pulang. Tapi anak tersebut tetap meminta pulang, lalu Zuhrati mengatakan bahwa nanti akan diberikan hadiah lagi. Anak tersebut mau dan kembali duduk bersama dengan teman-temannya yang lain.

Setelah selesai menyampaikan kesan-kesannya, Ade membagikan hadiah sebagai kenang-kenangan ke anak-anak tersebut. Dan kami berpoto bersama dengan anak-anak tersebut. Setelah selesai bagi-bagi hadiah, kami membubarkan kegiatan. Namun anak yang merajuk tadi, tidak ingin pulang. Dan kelompok mulai mencoba kembali untuk membujuk anak tersebut. Dan penutupan kami akhiri dengan salam-salaman.

IV.   Evaluasi
Pada saat pemberian materi, anak-anak sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang kelompok berikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya respon yang diberikan saat kegiatan berlangsung. Di mana dalam kegiatan ini kelompok menggunakan strategi mengajar yang dapat digunakan oleh guru, namun kelompok hanya menggunakan tiga dari lima strategi yaitu sebagai berikut:
a.       Pelatihan dan pelatihan lanjut
Melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu dan memperkuat setiap kemajuan. 
Dalam kegiatan mengajar, kelompok memilih langkah-langkah dan kegiatan-kegiatan tertentu dengan mempertimbangkan kemampuan dan latar belakang pendidikan anak agar tujuan dari pembelajaran tersebut tersampaikan. Ada beberapa kegiatan yang saling berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga saling terkait dan membantu anak lebih memahami materi yang disampaikan dengan lebih mendalam lagi.
b.      Ceramah dan menjelaskan
Menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami,  mudah diproses, dan diingat.
Dalam menyampaikan pengajaran, kelompok memilih cara-cara penyampaian tertentu dengan menggunakan pemilihan kalimat yang mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh anak. Cara-cara yang digunakanpun bermacam-macam. Hal ini dimaksudkan untuk mempemudah anak dalam memproses informasi-informasi yang mereka dapatkan dalam bentuk yang mudah untuk mereka terima. Sehingga dengan strategi-strategi tertentu, informasi tersebut lebih mudah tersampaikan dan diingat oleh anak.
c.       Kelompok dan tim
Berbagi informasi, bekerja sama secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok. 
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan teori mengenai pedagogi modern, di mana pedagogi modern/efektif menggabungkan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual, memiliki keterhubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan atas perbedaan penerapan pada semua pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara mengajar yang bervariasi.
Pada kegiatan memperkenalkan jenis buah-buahan, sebenarnya anak-anak sudah mengetahui beberapa jenis buah-buahan tetapi dengan kelompok memperkenal lebih banyak lagi, anak-anak semakin banyak mengenal jenis buah-buahan yang ada di lingkungan sekitarnya. Hal ini juga tampak pada saat memperkenalkan alphabeth dengan menampilkan video bentuk-bentuk alphabeth, anak-anak semakin bersemangat untuk mengenal alphabeth. Juga pada saat bermain clay craft, ada anak-anak yang membuat bentuk buah-buahan dan ada juga yang membuat bentuk alphabeth.
Di sini juga terlihat bahwa seni mengajar sangat diperlukan dalam kegiatan ini, karena sasaran yang diajarkan adalah anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun, di mana mereka hanya dapat berpikir secara konkrit, sehingga kelompok dituntut harus mempunyai seni mengajar yang disesuaikan dan banyak melakukan improvisasi agar suasana tidak membosankan dan pentransformasian ilmu dapat berjalan dengan baik.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer